Gejolak kepemimpinan tertinggi sepak bola dunia kembali memanas setelah Chief Executive Federasi Sepak Bola Wales (FAW), Noel Mooney, secara tegas mendesak Gianni Infantino untuk segera meletakkan jabatannya. Dilansir dari BBC Sport, desakan ini muncul akibat krisis tata kelola yang dinilai semakin mengkhawatirkan di tubuh federasi pimpinan pria asal Swiss tersebut. Posisi FAW sendiri tidak pernah bergeser sejak awal Agustus lalu ketika mereka menjadi negara pertama yang menarik dukungan terhadap pencalonan ulang sang presiden.
Situasi ini kian pelik menyusul polemik penjualan saham kompetisi kepada investor swasta atau yang dikenal sebagai proposal Fifa Forward Enterprise (FFE). Kebijakan kontroversial yang muncul pada bulan Juli lalu sempat memicu kecaman luas hingga memaksa sang pemimpin menyampaikan permintaan maaf kepada Dewan FIFA terkait buruknya komunikasi. Tekanan tidak hanya datang dari Wales, sebab UEFA selaku induk sepak bola Eropa juga telah memberikan tenggat waktu kepada badan sepak bola dunia untuk segera membuka dokumen penting terkait transparansi keputusan.
Mooney menilai bahwa sistem kekuasaan yang dipegang saat ini sudah berada di luar batas kewajaran dan membutuhkan perombakan total demi menyelamatkan masa depan olahraga. Menurutnya, dunia sepak bola memerlukan sosok moral guardian yang benar-benar mementingkan kepentingan bersama, bukan sekadar memusatkan otoritas pada satu figur saja. Kritik tajam ini menyoroti lemahnya benteng perlindungan tata kelola yang berpotensi merusak integritas kompetisi internasional ke depannya di bawah naungan FIFA.
Meski menghadapi gelombang penolakan yang masif dari sejumlah pihak di Eropa, sang petahana yang telah berkuasa sejak 2016 itu justru mengklaim masih mengantongi dukungan mayoritas dari konfederasi global lainnya. Dukungan kuat dari Asia bahkan sempat mendongkrak kembali peluangnya untuk melaju ke pemilihan periode ketiga. Kendati demikian, suara-suara kritis seperti dari Wales dan berbagai tokoh sepak bola terus menuntut reformasi radikal untuk mengakhiri dominasi kekuasaan tunggal yang dianggap tidak sehat bagi perkembangan ekosistem sepak bola global.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang