Tujuh pekan lalu, Bruno Fernandes berdiri di Manchester Opera House dengan senyum bangga usai dinobatkan sebagai PFA Player of the Year 2025-26. Gelandang kreatif asal Portugal itu baru saja melalui musim fenomenal, membawa Manchester United finis di posisi ketiga Premier League berkat sumbangan sembilan gol dan 21 assist miliknya. Namun, lembaran baru musim ini menyajikan kontras yang begitu tajam dan mengundang tanda tanya besar di kalangan suporter setia.
Alih-alih mendominasi lapangan tengah seperti musim lalu, statistik sang kapten justru mengalami penurunan drastis. Dilansir dari BBC Sport, rata-rata peluang bersih yang diciptakan Fernandes anjlok drastis, di mana ia baru mencatatkan satu "big chance" sejauh musim berjalan ini. Penurunan performa sang playmaker berjalan seirama dengan start terburuk Setan Merah dalam 40 tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di tribun Old Trafford mengenai apakah ia kini menjadi masalah utama tim atau sekadar korban dari sistem yang pincang.
Situasi pelik ini semakin rumit jika menilik kebugaran sang pemain yang sempat dikabarkan bermain dalam kondisi menahan rasa sakit. Manajer Michael Carrick tentu menghadapi dilema besar di tengah rentetan hasil buruk yang menimpa timnya. Kehilangan sosok penopang sepadan di lini depan serta perginya pemain berpengalaman di bursa transfer turut mengubah alur permainan gelandang andalan tersebut, membuat ruang geraknya di atas lapangan terasa jauh lebih sempit dan membatasi kreativitas alaminya.
Kehadiran rekan setim baru yang belum klop serta bentroknya area operasional dengan pemain lain membuat pengambilan keputusan Fernandes terlihat terhambat. Melawan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu, ia bahkan membutuhkan waktu hingga 23 menit hanya untuk melepaskan operan sukses pertamanya. Sebuah pemandangan yang langka dan mengkhawatirkan bagi pemain yang biasanya menjadi nyawa permainan tim.
Meski tekanan suporter mulai meningkat seiring buruknya posisi di klasemen, Carrick tetap teguh memberikan pembelaan kepada sang kapten. Pelatih interim tersebut percaya bahwa kualitas kelas dunia yang dimiliki gelandang bernomor pungguh khas itu akan segera kembali. Tantangan besar kini menanti, karena jika Setan Merah ingin bangkit dari krisis, sang maestro lapangan tengah harus segera menemukan kembali sentuhan ajaibnya di atas rumput hijau.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang