Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, kini berada di ambang catatan sejarah baru sebagai pemain Indonesia pertama yang meraih kemenangan di ajang Liga Champions. Potensi besar tersebut terbuka lebar saat klubnya menjamu Galatasaray di Stadion Pierre-Mauroy dalam lanjutan kompetisi Eropa.

Situasi ini menjadi momentum penting bagi Verdonk setelah sebelumnya sukses menorehkan tinta emas sebagai pesepak bola asal Indonesia pertama yang turun bertanding di panggung Liga Champions. Momen bersejarah itu tercipta ketika ia tampil sebagai pemain pengganti menggantikan Romain Perraud pada menit ke-78 dalam laga melawan Arsenal di Stadion Emirates.

Meski hanya bermain selama 12 menit waktu normal, pemain berusia 29 tahun tersebut langsung mencatatkan penampilan impresif di bawah arahan pelatih Davide Ancelotti. Verdonk membukukan tiga tekel bersih, satu umpan sukses ke sepertiga akhir pertahanan lawan, serta dua operan kunci yang membangun alur serangan tim.

Performa solid tersebut bahkan diganjar rating 6,2 versi situs statistik Fotmob, sebuah angka yang lebih tinggi dibandingkan catatan bek kiri utama Les Dogues, Romain Perraud. Kepercayaan yang diberikan oleh staf pelatih membuktikan bahwa kualitas sang pemain mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Kendati demikian, tantangan berat masih harus dihadapi oleh skuad asuhan Davide Ancelotti yang belum pernah meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal Liga Champions musim ini. Setelah takluk dari Real Betis dan Arsenal, mengamankan poin penuh atas Galatasaray menjadi harga mati untuk menjaga peluang lolos sekaligus mewujudkan rekor kemenangan perdana bagi pemain Indonesia.