Tekad besar membara di benak Carlos Alcaraz ketika ia melangkah ke partai puncak ATP Paris Masters untuk pertama kalinya. Petenis asal Spanyol ini sukses menuntaskan perlawanan Casper Ruud dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-4, sekaligus menghapus memori buruk tersingkir di babak kedua pada turnamen yang sama tahun lalu. Penampilan solid di lapangan keras indoor Paris ini memperpanjang catatan kemenangan beruntunnya menjadi delapan pertandingan di paruh akhir musim.

Pertarungan ketat tersaji di set pertama sebelum Alcaraz berhasil mematahkan servis lawan pada kedudukan 4-3 dan menutup set pembuka lewat servis keras berkecepatan 130 mph. Memasuki set kedua, pertahanan kedua petenis sempat berjalan seimbang hingga akhirnya Alcaraz mencuri break krusial saat memimpin 5-4. Kemenangan penutup ini dipastikan dalam durasi 97 menit, mengantarnya ke final keenam sepanjang kalender tahun ini berkat kondisi fisik yang jauh lebih segar dan lapar gelar.

Laju impresif ini menjadi bayaran tuntas atas perjuangan heroik sehari sebelumnya saat ia mendepak Taylor Fritz lewat drama penyelamatan dua match point. Sentuhan magis pukulan voli dropshot dari garis baseline saat meladeni Ruud menjadi bukti sahih betapa berbahayanya performa sang bintang muda di ibu kota Prancis. Seusai laga, Alcaraz tak menampik bahwa turnamen ini selalu menyulitkannya di masa lalu, namun energi positif membawanya melaju mulus.

Ujian berat berikutnya telah menanti di partai pemungkas akhir pekan ini, di mana ia akan bersua dengan petenis Amerika Serikat lainnya. Duel ini sekaligus menjadi ajang ulangan pertemuan emosional mereka di ajang US Open beberapa bulan lalu, di mana bentrokan lima set yang melelahkan sempat tersaji di Flushing Meadows. Sang calon lawan melaju ke final Paris setelah menghentikan perwakilan Prancis Luca Van Assche dengan skor 5-7, 6-3, dan 6-4.

Pertemuan ulangan ini dipastikan bakal memanaskan atmosfer akhir pekan para pecinta tenis dunia sebelum perhelatan akbar berikutnya bergeser ke Turin. Dilansir dari Sky Sports, tensi persaingan di papan atas ATP diprediksi semakin sengit mengingat ambisi besar kedua pemain muda untuk menutup musim kompetisi dengan trofi bergengsi di tangan mereka.