Bintang muda Amerika Serikat, Cavan Sullivan kembali menorehkan sejarah baru di panggung Major League Soccer. Gelandang muda yang baru saja merayakan ulang tahunnya bulan lalu ini sukses mencatatkan assist ke-14 musim ini untuk mengantar Philadelphia Union meraih kemenangan 3-1 atas Chicago Fire FC. Kontribusi krusial ini memastikan torehan 21 keterlibatan gol sepanjang tahun debutnya, sebuah rekor tertinggi yang pernah dicatatkan oleh seorang remaja dalam satu musim kompetisi MLS.

Tambahan assist tersebut kini menempatkan sang wonderkid sejajar dengan megabintang Lionel Messi dalam daftar top assist liga, hanya terpaut tipis dari Son Heung-Min. Hebatnya lagi, ia kini selalu mencatatkan kontribusi gol dalam 10 pertandingan beruntun dengan total 16 kontribusi gol dalam rentang waktu tersebut. Catatan ini sekaligus melampaui rekor keterlibatan gol terbanyak untuk pemain di bawah usia 17 tahun yang sebelumnya dipegang oleh mantan fenomena sepak bola AS, Freddy Adu.

Kendati sukses memecahkan rekor demi rekor di usia yang masih sangat belia, pemain yang dikabarkan akan bergabung dengan Manchester City saat berusia 18 tahun ini justru menunjukkan sikap yang sangat membumi. Selepas pertandingan, ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak terbuai dengan deretan catatan statistik gemilang tersebut dan menilai penampilannya di lapangan jauh dari kata memuaskan.

"Saya bermain cukup buruk malam ini, jadi sejujurnya saya tidak begitu fokus pada rekor atau statistik seperti itu," ujar Sullivan kepada ESPN FC usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa dirinya harus segera melakukan evaluasi mandiri dan menonton ulang rekaman pertandingan demi memperbaiki performa pribadinya, meski tetap mensyukuri hasil positif yang diraih oleh tim.

Sikap kritis sang pemain muda langsung mendapat respons positif dari pelatih interim Philadelphia Union, Ryan Richter. Sang pelatih memuji bagaimana sang gelandang terus konsisten menjadi pembeda di setiap pertandingan dan memberikan dampak besar bagi kesuksesan tim belakangan ini. Konsistensi permainan sang wonderkid terbukti mampu mendongkrak performa klub hingga mencatatkan delapan kemenangan beruntun dan rekor tak terkalahkan dalam 14 pertandingan.

Tren positif ini membuat Philadelphia Union kini merangsek naik ke peringkat keenam klasemen Wilayah Timur dengan menyisakan lima pertandingan musim reguler. Sebelum bersinar di level klub, ia juga baru saja mencatatkan sejarah bersama tim nasional AS sebagai pemain termuda yang menjadi starter sejak Freddy Adu dua dekade lalu, serta mencetak gol spektakuler jarak jauh ke gawang Meksiko.