Kekhawatiran mendalam melanda kubu Arsenal setelah Bukayo Saka harus ditarik keluar lapangan saat menghadapi Bayern Munich di ajang Liga Champions. Winger andalan tersebut hanya mampu bermain selama 10 menit di Allianz Arena sebelum akhirnya mengerang kesakitan tanpa ada kontak fisik dengan pemain lawan. Situasi ini langsung memicu alarm bahaya bagi manajer Mikel Arteta yang mengakui bahwa kondisi fisik sang pemain sama sekali tidak terlihat baik.

Masalah pada bagian quadriceps yang dialami pemain berusia 25 tahun tersebut menambah panjang daftar riwayat cederanya dalam beberapa musim terakhir. Arteta menyebutkan bahwa reaksi langsung dari Saka yang merasakan sakit tajam merupakan pertanda buruk bagi tim. Klub asal London Utara tersebut kini harus menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk mengetahui seberapa parah tingkat cedera serta berapa lama ia harus menepi dari lapangan hijau.

Kehilangan sosok penting ini tentu menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Meriam London di tengah ketatnya persaingan kompetisi. Musim lalu, pemain tim nasional Inggris ini sempat melewati berbagai kendala kebugaran mulai dari masalah achilles, pinggul, hingga operasi hamstring yang memaksanya absen cukup lama. Meski demikian, kontribusinya tetap krusial dalam membantu tim meraih gelar juara Premier League setelah menanti selama 22 tahun lamanya.

Beruntung bagi skuad asuhan Arteta, investasi besar yang dilakukan pada bursa transfer menghadirkan opsi pengganti yang memadai di lini serang. Saat laga melawan Bayern Munich, Eberechi Eze masuk menggantikan Saka dan langsung mencetak gol pembuka, sementara Noni Madueke bergeser ke sisi kanan dan tampil cukup impresif. Keberadaan opsi alternatif seperti ini diyakini mampu menjaga kestabilan performa tim meskipun kehilangan daya gedor utama dari sang winger.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa absennya pemain yang telah mengemas empat gol dari 11 penampilan di semua kompetisi ini akan terasa dampaknya. Namun, fleksibilitas taktik serta kedalaman skuad yang dimiliki Arsenal menjadi kunci utama untuk mengatasi situasi sulit tersebut. Arteta sendiri memuji energi dan kontribusi para pemain pengganti yang mampu menghadirkan dimensi berbeda untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.