Malam bersejarah tersaji di Stadio Sinigaglia ketika Como menjamu raksasa Inggris, Manchester United, di ajang Liga Champions. Klub yang baru promosi dari Serie B pada 2024 ini mencatatkan sejarah baru dengan tampil di kompetisi elite Eropa, meski pelatih Cesc Fabregas mengakui timnya berlari sebelum belajar berjalan.
Sebelum menjamu Setan Merah, perjalanan Lariani diwarnai kemenangan gemilang 4-1 atas RB Leipzig, sebelum takluk tipis 3-2 di markas Feyenoord. Namun, situasi skuad saat ini sangat menantang karena badai cedera. Como harus kehilangan Jesus Rodriguez selama beberapa bulan, menyusul Moise Kean, Assane Diao, dan Trevoh Chalobah yang sudah lebih dulu masuk ruang perawatan medis.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia, Fabregas blak-blakan mengenai keterbatasan skuadnya di Eropa. Dengan hanya memiliki 15 hingga 16 pemain yang siap dan ketiadaan akademi penunjang UEFA yang memadai, pelatih muda asal Spanyol itu harus memutar otak demi meracik taktik terbaik menghadapi gempuran Setan Merah yang juga pincang akibat sanksi dan cedera.
Di balik kesulitan tersebut, Fabregas tetap fokus mendorong perkembangan bakat muda seperti Martin Baturina. Legenda Kroasia, Zvonimir Boban, mengungkapkan bahwa Baturina sengaja memilih Como demi bisa dilatih langsung oleh Fabregas. Sang pelatih bahkan melontarkan tantangan keras agar Baturina terus bekerja, berlari, dan melakukan pressing agresif demi mencapai level klub top dunia.
Perjalanan cepat Como menembus panggung Eropa menjadi bukti ambisi besar klub, meski mereka harus beradaptasi dengan realitas kedalaman skuad. Fabregas menegaskan bahwa proyeksi klub ke depan adalah melahirkan para juara baru yang lapar prestasi, bukan sekadar membeli pemain bintang, demi membangun fondasi yang stabil di masa depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang