Malam magis tersaji di Stadion Giuseppe Sinigaglia ketika Como sukses mempermalukan raksasa Inggris dengan skor telak 4-1 di ajang Liga Champions. Di bawah komando sang juru taktik Cesc Fabregas, klub promosi Serie A ini tampil tanpa beban dan membungkam Setan Merah lewat penampilan gemilang di atas lapangan.

Pertandingan sendiri berjalan di luar dugaan banyak pihak sejak peluit kick-off dibunyikan. Gelandang muda berbakat Nico Paz tampil sebagai bintang lapangan dengan memborong tiga gol alias hattrick, sementara satu gol tambahan dicatatkan oleh Jacobo Ramon. Tim tamu hanya mampu membalas lewat gol hiburan Joshua Zirkzee jelang pertandingan bubar, membuat papan skor akhir berpihak sepenuhnya kepada tuan rumah.

Menanggapi kemenangan sensasional ini, Cesc Fabregas memilih untuk tetap membumi dan tidak terbang terlalu tinggi. Pelatih asal Spanyol tersebut menyadari bahwa perjalanan timnya di kompetisi elite benua biru ini masih sangat panjang, terlebih mereka harus segera mengalihkan fokus untuk menghadapi laga berat berikutnya di akhir pekan.

Eks gelandang Arsenal itu juga dengan tegas menolak mengecilkan arti kemenangan timnya meskipun sang lawan sedang diterpa badai performa buruk. Menurutnya, mengalahkan klub sebesar Setan Merah tetaplah sebuah pencapaian luar biasa, mengingat sebagian besar anak asuhnya baru merasakan atmosfer ketat kompetisi sekelas Liga Champions sebanyak tiga kali.

Tambahan tiga poin penuh ini mendongkrak posisi I Lariani ke peringkat kesembilan klasemen sementara Liga Champions. Berbekal mentalitas rendah hati dan kerja keras yang terus ditekankan sang pelatih, kejutan dari klub kejutan Italia ini tentu menjadi ancaman serius bagi kontestan lain di sisa fase grup musim ini.