Kekalahan perdana di kancah Eropa harus ditelan oleh Como setelah tumbang 3-2 di kandang Feyenoord dalam laga tandang yang penuh pelajaran berharga. Meski sempat memimpin lebih dulu lewat gol cepat, lini pertahanan tim asuhan Cesc Fabregas akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah yang tampil lebih efektif di sepanjang pertandingan.

Hasil minor ini menjadi bagian dari proses adaptasi bagi klub yang sedang berjuang di tiga kompetisi berbeda musim ini. Pelatih asal Spanyol tersebut secara terbuka mengakui bahwa dirinya mungkin membuat beberapa kesalahan dalam mengambil keputusan taktis, terutama dalam mengantisipasi tekanan cepat dari lawan usai timnya sukses membuka keunggulan di menit-menit awal babak pertama.

Situasi tim tamu semakin rumit ketika penyerang tajam Assane Diao harus ditarik keluar lapangan akibat masalah otot setelah mencetak gol pembuka. Cedera ini tentu menjadi pukulan telak bagi kedalaman skuad, mengingat mereka juga tengah kehilangan beberapa pilar penting di lini depan yang sedang masuk ruang perawatan medis.

Kendati gagal membawa pulang poin dari Rotterdam, sang juru taktik tetap tenang dan memandang turnamen antarklub paling elite benua biru ini sebagai sebuah hadiah istimewa atas pencapaian musim lalu. Ia bahkan melontarkan klaim menarik bahwa atmosfer dan tingkat kesulitan kompetisi level klub Eropa jauh lebih berat jika dibandingkan ajang sekelas Piala Dunia.

Dengan jadwal padat yang terus menanti di depan mata, evaluasi menyeluruh wajib segera dilakukan agar konsistensi permainan tetap terjaga di kompetisi domestik maupun internasional. Langkah demi langkah terus dibangun untuk memperkuat fondasi tim agar bisa berbicara banyak di panggung sepak bola modern.