Champions League 2026-27 akan segera bergulir, dan perhatian tertuju pada para pelatih yang memulai musim dengan latar belakang pengalaman yang sangat beragam. Dari 36 klub peserta, 14 di antaranya ditangani oleh pelatih yang baru menjabat kurang dari satu tahun. Menariknya, ada juga delapan pelatih yang berada di posisi tengah, yang lolos ke kompetisi ini pada musim penuh pertama mereka dan kini siap unjuk gigi.
Menjadi sosok baru di sebuah tim bukanlah penghalang untuk meraih sukses. Sejarah menunjukkan banyak pelatih yang langsung membawa timnya juara Eropa pada musim pertama. Carlo Ancelotti memulai kedua periodenya di Real Madrid dengan trofi Champions League di tahun pertamanya. Zinedine Zidane juga meraih tiga gelar beruntun saat pertama kali menangani Los Blancos. Contoh lain, Pep Guardiola dan Luis Enrique sukses di Barcelona pada kesempatan pertama. Hansi Flick bahkan menutup musim pertamanya di Bayern dengan treble. Kini, penggemar Liverpool berharap Andoni Iraola bisa meniru Rafael Benitez dengan langsung juara setelah duduk di kursi panas Anfield.
Meski begitu, pasar taruhan justru lebih mengunggulkan pelatih-pelatih mapan. Paris Saint-Germain menjadi favorit, bukan karena ini musim keempat Luis Enrique, melainkan karena kedalaman skuad dan minimnya tekanan domestik dibanding rival-rival di liga top Eropa. Barcelona, Arsenal, dan Bayern Munich melengkapi empat besar, dengan pelatih-pelatih mereka termasuk yang paling lama menjabat. Ini kontras dengan empat tim berikutnya yang pelatihnya baru bergabung tahun ini.
Namun, jangan samakan wajah baru dengan minim pengalaman. Pelatih anyar Real Madrid, José Mourinho, telah mencatat 160 pertandingan di kompetisi ini, terbanyak kelima sepanjang sejarah. Ancelotti memimpin dengan 218 laga, diikuti Alex Ferguson (206), Guardiola dan Arsène Wenger (191). Mourinho dan Jürgen Klopp (102 laga) melengkapi quintet manajerial paling dihormati di Inggris modern. Hanya Mourinho yang terlibat di Champions League musim ini, dan ia akan menikmati perannya sebagai wajah baru yang juga tangan lama. Mourinho yakin bisa melewati babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2014 mengingat talenta yang dimilikinya.
Delapan pelatih yang akan ia hadapi di fase liga secara kolektif memiliki lebih sedikit pengalaman di Champions League. Total gabungan dari 24 pelatih paling tidak berpengalaman bahkan lebih sedikit dari yang dimiliki Mourinho. Para pemula ini tidak hanya menangani tim underdog. Cristian Chivu dari Inter telah menjalani 10 laga Champions League, lebih banyak dari pelatih Manchester City (enam), Manchester United (satu), dan Liverpool (nol).
Menjelang dimulainya kompetisi, angka kunci adalah 16. Poin sebanyak itu di fase liga terbukti cukup untuk mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Apa pun level pengalaman pelatih, target pertama adalah finis di atas zona playoff. Setelah itu, pengetahuan tentang Champions League bisa menjadi faktor penentu.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang