Malam penuh drama tersaji di Copper Box Arena, London, ketika Cheavon Clarke sukses menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan Chris Billam-Smith lewat kemenangan TKO yang sangat emosional. Duel tinju papan atas ini benar-benar membakar adrenalin para penonton yang memadati arena sejak ronde pertama dimulai dengan tempo tinggi. Tidak tanggung-tanggung, petinju berjuluk The Gentleman tersebut dijatuhkan dua kali sebelum wasit akhirnya memutuskan menghentikan laga untuk menyelamatkan sang mantan juara dunia.

Pertarungan berjalan sangat sengit dan fisik sejak bell pertama dibunyikan. Clarke yang tampil penuh energi langsung melancarkan kombinasi pukulan cepat, sementara Billam-Smith mencoba membalas dengan tekanan konstan. Memasuki ronde ketujuh, situasi berubah drastis ketika sebuah hook kanan telak dari Clarke mendarat telak di rahang lawannya. Mantan juara asal Bournemouth itu sempat bangkit dengan susah payah, namun hantaman susulan di tali ring memaksa wasit Lee Every turun tangan menghentikan laga.

Bagi Billam-Smith, kekalahan ini terasa sangat pahit karena menjadi catatan TKO pertama sepanjang karier profesionalnya. Ia sempat melakukan protes keras saat wasit melambaikan tangan tanda laga usai, namun ia tetap mengakui keunggulan sang rival dalam wawancara pasca-pertarungan. Mengutip Sky Sports, petinju yang akrab disapa CBS tersebut mengakui dirinya membuat kesalahan fatal namun merasa sempat memegang kendali jalannya duel.

Di sisi lain, kemenangan sensasional ini menjadi pelunasan tuntas bagi Clarke yang satu dekade lalu juga pernah mengalahkan lawan yang sama di final amatir nasional. Kemenangan ini sekaligus melambungkan namanya ke jajaran elite divisi penjelajah setelah sebelumnya sukses melewati adangan Jack Massey. Dengan rekor pertemuan yang berpihak padanya, Clarke menegaskan bahwa label underdog sama sekali tidak pernah ada di kamus kepalanya.

Meski baru saja menelan kekalahan perdana lewat penghentian mutlak, Billam-Smith secara terbuka menyatakan minatnya untuk melakoni duel ulang demi membalas kekalahan menyakitkan ini. Publik tinju kini tentu menantikan apakah promotor akan mewujudkan jilid keempat dari rivalitas panjang kedua petinju tangguh tersebut di masa mendatang.