Undian babak kedua Carabao Cup baru saja digelar dan langsung memunculkan satu masalah besar bagi dua klub asal London Barat: Chelsea dan Fulham. Keduanya sama-sama diundi tampil di kandang pada 27 Agustus, sebuah skenario yang seharusnya tidak terjadi karena keterbatasan kepolisian dan transportasi.

Menariknya, ini bukan sekadar masalah teknis. Chelsea akan menjamu Luton Town, sementara Fulham meladeni AFC Wimbledon. Bayangkan, dua pertandingan besar di dua stadion berbeda di area yang sama dalam satu malam. Pasti akan jadi mimpi buruk bagi manajemen, suporter, dan aparat keamanan.

Masalah ini bermula dari jadwal Premier League yang sudah padat. Karena Pep Guardiola dan kawan-kawan (baca: klub-klub Eropa) punya jadwal Eropa, laga Chelsea vs Brighton dan Fulham vs Sunderland sudah dimajukan ke hari Minggu. Nah, dengan undian ini, laga Carabao Cup mereka otomatis berbenturan.

Efeknya pun merembet ke Liga Satu. Luton dan Wimbledon sama-sama berlaga di kompetisi itu pada Sabtu setelah laga Carabao Cup. Jika laga piala dimainkan Kamis, maka laga liga mereka harus digeser ke Minggu. Namun, itu masih berbenturan dengan jadwal Selasa yang sudah penuh, sehingga berpotensi mengubah empat laga lain menjadi Rabu. Akibatnya, tim-tim harus bermain dua laga dalam 48 jam atau suporter harus mengubah rencana perjalanan mereka.

Ini bukan kali pertama EFL harus membuat konsesi atas jadwal yang menumpuk. Pada 2019, Liverpool harus bermain di Piala Dunia Antarklub hanya sehari setelah laga Carabao Cup melawan Aston Villa. Situasi ini jelas menunjukkan bahwa kalender sepak bola Inggris sudah terlalu padat. Apakah kita sedang menuju ke arah yang salah?

Dampak Jadwal Carabao Cup Babak Kedua

TimLawanTanggalStadion
ChelseaLuton Town27 AgustusStamford Bridge
FulhamAFC Wimbledon27 AgustusCraven Cottage