Chelsea terus dikaitkan dengan kabar kepergian Enzo Fernandez pada bursa transfer musim panas ini. Namun, sejumlah faktor besar membuat gelandang asal Argentina itu nyaris mustahil dilepas, mulai dari banderol selangit hingga kebutuhan akuntansi klub.
Kombinasi nilai transfer yang tinggi, keharusan finansial, dan dinamika ruang ganti membuat Fernandez tampak terkunci di Stamford Bridge. The Blues memasang harga jual yang sangat tinggi, sekitar 120 juta poundsterling (sekitar Rp2,4 triliun). Angka itu jelas mengeliminasi hampir semua klub yang mungkin tertarik.
Hanya segelintir klub super kaya yang secara teoretis mampu mengeluarkan dana sebesar itu, dan tak ada satu pun yang menunjukkan keseriusan untuk memenuhi tuntutan Chelsea, setidaknya belakangan ini. Reputasi Fernandez juga menjadi pertimbangan. Ada kontroversi di luar lapangan saat membela timnas dan pertanyaan tentang kecocokannya di ruang ganti, membuat banyak manajer berpikir dua kali, terutama untuk mahar sebesar itu.
Dari sisi pemain, tak ada alasan baginya untuk memaksakan hengkang dengan syarat yang tidak menguntungkan. Fernandez masih memiliki enam tahun penuh dalam kontraknya di Stamford Bridge. Berdasarkan data gaji dari Capology, Fernandez diperkirakan menghasilkan sekitar 11,7 juta poundsterling per tahun sebelum pajak, atau sekitar Rp234 miliar. Dengan sisa enam tahun kontrak, Chelsea berkomitmen membayarnya sekitar 56 juta poundsterling (sekitar Rp1,12 triliun) dalam bentuk gaji.
Dengan jaminan dana sebesar itu hingga 2032, Fernandez tak akan buru-buru meninggalkan kesepakatannya kecuali ada klub yang mampu menyamai atau melebihi pendapatannya saat ini. Fakta bahwa ia masih terikat kontrak panjang juga memberi Chelsea alasan untuk tidak menurunkan harga jual.
Hambatan utama yang mencegah transfer adalah kontrol finansial Liga Premier dan amortisasi biaya transfer. Saat Chelsea merekrut Fernandez dari Benfica pada Januari 2023 seharga 106 juta poundsterling (sekitar Rp2,12 triliun), mereka awalnya mengikatnya dengan kontrak delapan setengah tahun untuk menyebar biaya tersebut. Belakangan, Chelsea memperpanjang masa baktinya satu tahun lagi menjadi total sembilan setengah tahun, membuat amortisasi semakin tipis.
Hingga Juni 2026, sisa nilai buku Fernandez di atas kertas sekitar 67 juta poundsterling. Untuk menghindari kerugian akuntansi, Chelsea tak bisa menerima tawaran di bawah angka tersebut. Namun, dengan investasi lebih dari 100 juta poundsterling, menjual di dekat batas itu merupakan kemunduran besar. Untuk menghasilkan keuntungan akuntansi yang berarti, Chelsea harus bertahan pada valuasi 120 juta poundsterling.
Hambatan finansial ini ditambah minimnya aktivitas pasar. Menurut jurnalis transfer Ben Jacobs, Chelsea tidak menerima pendekatan resmi untuk Fernandez dalam dua bulan terakhir. Dengan tidak ada klub yang maju, termasuk kandidat terkuat Manchester City yang sudah mengeluarkan rekor transfer untuk Elliot Anderson, plus gaji terjamin 56 juta poundsterling, dan Chelsea yang bertahan pada valuasi mereka, pandangan FourFourTwo adalah Enzo Fernandez tidak akan ke mana-mana.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang