Stadio Olimpico mendadak bergemuruh ketika Real Madrid nyaris menelan kekalahan memalukan di ajang Liga Champions. Tertinggal 1-3 dari AS Roma hingga menit ke-80, skuad asuhan pelatih berpengalaman tampaknya harus menghadapi kenyataan pahit yang mempertanyakan peluang juara mereka musim ini. Namun, drama luar biasa tersaji di penghujung laga ketika Los Blancos membalikkan keadaan secara dramatis dalam kurun waktu tujuh menit yang menegangkan.
Keputusan taktis pelatih untuk memasukkan pemain pengganti terbukti menjadi pembeda utama di lapangan hijau. Nama-nama segar seperti Endrick dan Arda Guler masuk di babak kedua, disusul kehadiran Carlos Espi. Ketiga pemain pengganti ini langsung terlibat dalam proses tiga gol krusial yang memupus harapan tuan rumah. Espi memperkecil ketertinggalan di menit ke-82 memanfaatkan kreasi Endrick, sebelum penyerang muda asal Brasil itu sendiri menyamakan kedudukan lewat tandukan kepala dua menit berselang.
Puncak kebangkitan terjadi pada menit ke-90 ketika umpan matang dari Guler disambut sempurna oleh Antonio Rudiger untuk memastikan kemenangan 4-3. Guler tampil sebagai maestro lapangan tengah dengan menyumbangkan dua assist penting yang membuat lini pertahanan Roma kocar-kacir. Penampilan gemilang ini semakin mengukuhkan status gelandang muda tersebut sebagai salah satu pilar paling krusial di dalam skuad utama Los Blancos saat ini.
Dilansir dari ESPN FC, kemenangan dramatis ini sejatinya sempat menutupi compang-campingnya lini pertahanan Madrid sepanjang sebagian besar jalannya pertandingan. Pasukan Gian Piero Gasperini sempat mendominasi lewat dua gol Donyell Malen setelah turun minum. Performa rapuh di lini belakang serta mandulnya lini serang sempat membuat tim tamu tampil tanpa arah, terutama dengan minimnya kontribusi dari penyerang sayap andalan mereka di atas lapangan.
Meski sukses mengamankan tiga poin penuh di Roma, evaluasi besar tetap harus dilakukan oleh jajaran pelatih AS Roma maupun kubu tamu menjelang laga El Clásico melawan Barcelona akhir bulan ini. Kemenangan kilat memang menyelamatkan muka tim raksasa Spanyol tersebut, tetapi rapuhnya organisasi permainan selama 80 menit pertama menjadi alarm bahaya nyata bagi ambisi besar mereka di Eropa musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang