Kebangkitan luar biasa Como di kancah sepak bola kembali berlanjut setelah mereka sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Sassuolo dalam lanjutan kompetisi. Pasukan asuhan Cesc Fabregas tampil solid meskipun melakukan rotasi di beberapa lini skuad utama mereka demi menjaga kebugaran pemain. Tren positif ini membuktikan bahwa Lariani bukan sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan baru yang patut diperhitungkan musim ini.

Bermodal kepercayaan diri tinggi usai hasil impresif sebelumnya, Como langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Sempat terjadi gol cepat dari Lucas Da Cunha pada menit ketujuh, namun wasit menganulirnya karena posisi penyerang tersebut sudah berada dalam perangkap offside. Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan tuan rumah melalui percobaan Nemanja Matic serta peluang emas dari Tasos Douvikas yang sepakannya masih membentur tiang gawang setelah ditepis kiper lawan.

Sassuolo yang datang dengan sejumlah pemain absen sempat memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat mencetak gol jelang turun minum lewat aksi Darryl Bakola. Sial bagi tim tamu, gol tersebut dianulir wasit karena Kieron Bowie terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat membangun serangan. Merasa lini tengahnya kurang maksimal di paruh pertama, Fabregas langsung melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat jeda pertandingan untuk mengubah jalannya laga.

Keputusan taktis tersebut terbukti sangat jitu karena Como langsung memecah kebuntuan hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai. Berawal dari perebutan bola yang dimenangkan Maxence Caqueret di lini tengah, Bruno Kaiki melepaskan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Douvikas. Protes sempat dilayangkan kubu Sassuolo karena menganggap terjadi pelanggaran, namun wasit menilai perebutan bola tersebut bersih dari pelanggaran keras.

Douvikas akhirnya memastikan kemenangan Como lewat gol keduanya pada pertengahan babak kedua memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan. Kemenangan dua gol tanpa balas ini mendongkrak kepercayaan diri tim secara keseluruhan untuk terus bersaing di papan atas klasemen sementara. Konsistensi permainan yang ditunjukkan anak asuh Fabregas menjadi sinyal bahaya bagi para pesaing terdekat mereka di liga.