Kursi panas manajer Manchester United mendadak semakin membara setelah kekalahan memalukan 1-4 dari Como di ajang Liga Champions. Tekanan hebat kini mengarah langsung kepada Michael Carrick yang masa depannya di Old Trafford berada di ujung tanduk akibat hasil minor tersebut.

Dilansir dari Football Italia, perundingan intensif langsung digelar antara perwakilan manajemen Setan Merah dan Antonio Conte tak lama setelah peluit akhir laga kontra Como berbunyi. Pelatih asal Italia itu dikabarkan muncul sebagai kandidat terdepan untuk menyelamatkan musim klub Premier League tersebut dari keterpurukan lebih dalam.

Dalam negosiasi informal tersebut, juru taktik kawakan yang saat ini sedang tidak menangani klub usai meninggalkan Napoli itu sama sekali tidak menutup-nutupi ambisinya. Ia langsung memasang standar tinggi dengan meminta kebebasan penuh dalam hal kebijakan belanja pemain di bursa transfer demi merombak skuad yang ada.

Selain kuasa penuh di bursa transfer, pelatih berusia berpengalaman ini juga menuntut hak prerogatif untuk menentukan sendiri staf kepelatihan yang akan mendampinginya. Manajemen klub kini tengah menimbang secara serius permintaan tersebut sebelum memutuskan untuk melangkah ke tahap negosiasi formal berikutnya.

Situasi ini membuat persaingan kursi kepelatihan semakin dinamis, mengingat nama-nama besar lain seperti Julian Nagelsmann dan Fabian Hürzeler turut dikaitkan dengan posisi tersebut. Namun, tuntutan tegas sang juru taktik Italia kini menjadi ujian nyata bagi keseriusan dewan direksi klub.