Gelembung euforia yang sempat menyelimuti kubu AC Milan setelah kemenangan gemilang di Derby della Madonnina mendadak pecah di panggung Eropa. Legenda hidup Rossoneri, Alessandro Costacurta, secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap sikap para pemain yang dinilai terlalu cepat berpuas diri usai hasil positif akhir pekan lalu.

Kekalahan mengejutkan 0-2 dari tim non-unggulan Ferencvaros di ajang Europa League menjadi pil pahit yang langsung menyadarkan publik San Siro. Menurut catatan Football Italia, hasil minor tersebut merupakan kekalahan ketiga dari empat laga fase grup musim ini, sekaligus menempatkan langkah AC Milan dalam ancaman serius untuk lolos ke babak knock-out.

Dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport, Costacurta menyoroti mentalitas skuad asuhan pelatih Stefano Pioli yang dinilai mengalami penurunan drastis dalam hal intensitas. Ia menyebut sebagian pemain langsung merasa diri mereka sudah menjadi bintang besar hanya dalam kurun waktu empat hari setelah menaklukkan Inter Milan.

“Merasa diri Anda sudah mencapai level tertentu bisa berakibat fatal. Anda merasa bisa melakukan segala hal dengan mudah, dan itu adalah kesalahan besar yang tidak boleh diulangi,” tegas Costacurta mengkritik penurunan standar permainan tim yang begitu drastis di hadapan pendukung sendiri.

Eks bek tangguh itu juga menyoroti performa sejumlah nama di atas lapangan, termasuk kritik khusus kepada pemain muda hingga sosok gelandang senior dunia yang gagal menjadi pemimpin di saat tim membutuhkan ketenangan. Di tengah carut-marutnya penampilan tim, Costacurta hanya melihat satu pemain yang konsisten menunjukkan tabiat terpuji di atas lapangan.

“Saya rasa Strahinja Pavlovic selalu tampil penuh perhatian dan menunjukkan sikap yang harus dimiliki oleh setiap pemain,” puji Costacurta menutup analisisnya terhadap para penggawa AC Milan yang tengah berada dalam tekanan berat.