Menanti selama seperempat abad bukan waktu yang singkat bagi publik stadion kebanggaan Coventry City untuk kembali merasakan manisnya kemenangan kandang di kasta tertinggi. Kenangan terakhir ketika mereka menang di kandang pada era Premier League diiringi oleh lagu hits dari Spice Girl. Kini, penantian panjang itu akhirnya tuntas dengan cara yang sangat benderang lewat kemenangan telak atas Newcastle United.

Pasukan asuhan Frank Lampard tampil trengginas dan mengamuk di hadapan pendukungnya sendiri. Eksekusi penalti Jack Rudoni, gol perdana Sidiki Cherif, serta tambahan gol dari Ellis Simms dan Stephen Mfuni memastikan tiga poin krusial. Kemenangan ini sekaligus sukses mengangkat posisi mereka keluar dari zona merah klasemen sementara setelah melalui enam pertandingan yang menantang.

Striker muda berbakat, Sidiki Cherif, menjadi bintang lapangan dalam laga ini setelah dipercaya tampil sebagai starter pertama kalinya. Pemain berusia 19 tahun yang didatangkan dari Fenerbahce tersebut membuktikan kualitasnya lewat lesakkan gol akurat dari luar kotak penalti. Aksi gemilangnya mengingatkan publik pada era kejayaan masa lalu, menobatkannya sebagai pencetak gol termuda Coventry City di Premier League sejak Robbie Keane pada April 2000 silam.

Frank Lampard tentu patut berbangga dengan perkembangan pesat anak asuhnya yang sempat kesulitan beradaptasi di awal musim kontra tim-tim kuat. Meski berstatus sebagai tim promosi dan menyandang predikat underdog di hampir setiap laga, pelatih asal Inggris tersebut meminta timnya tetap membumi. Ujian berikutnya sudah menanti di depan mata, termasuk lawatan berat ke markas Tottenham Hotspur akhir pekan nanti.

Dengan momentum positif usai membungkam Newcastle United dan sebelumnya menaklukkan Nottingham Forest, Coventry City menemukan formula yang tepat untuk bertahan. Ketajaman lini serang yang sempat mengemas banyak gol di Championship musim lalu mulai kembali menampakkan taringnya di panggung elite sepak bola Inggris.