Tekanan besar sempat menyelimuti kubu Inter Milan ketika melakoni laga krusial di panggung Liga Champions. Pelatih Cristian Chivu mengakui bahwa timnya sempat merasakan beban berat masa lalu yang membayangi penampilan mereka di babak pertama melawan Shakhtar Donetsk. Hasil-hasil buruk dalam beberapa laga Eropa sebelumnya membuat aliran bola Nerazzurri terlihat kurang tenang dan penuh keraguan di awal pertandingan.
Meski tampil di bawah tekanan dan sempat kehilangan Alessandro Bastoni yang diganjar kartu merah, Inter justru menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Gol penentu kemenangan lahir melalui aksi Carlos Augusto yang memanfaatkan umpan matang dari Henrikh Mkhitaryan untuk menaklukkan penjaga lawan. Performa ini membuktikan bahwa determinasi tinggi kadang jauh lebih dibutuhkan ketimbang sekadar menampilkan permainan cantik di atas lapangan.
Dilansir dari Football Italia, Chivu menjelaskan bahwa rotasi pemain terpaksa dilakukan demi menyiasati badai cedera yang menimpa skuad utamanya. Kehilangan pilar penting seperti Lautaro Martinez hingga Benjamin Pavard memaksa sang pelatih memutar otak meracik lini belakang yang diisi oleh Manuel Akanji dan rekan-rekan. Adaptasi taktik ini menjadi kunci penting untuk meredam potensi serangan balik cepat yang berbahaya dari Shakhtar Donetsk sepanjang 90 menit.
Bagi tim peraih Scudetto ini, kemenangan dramatis tersebut mengembalikan napas mereka di kompetisi elite Eropa setelah periode yang cukup melelahkan. Jadwal padat menuntut kebugaran ekstra di setiap pertandingan, membuat kedalaman skuad benar-benar diuji secara maksimal. Chivu berharap mentalitas siap menderita ini bisa terus dibawa anak asuhnya untuk menghadapi sisa musim yang masih panjang di berbagai ajang kompetisi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang