Badai tengah menerpa Cristiano Ronaldo setelah penyerang bintang tersebut secara kontroversial meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin menjelang laga penting. Keputusan nekat yang diambil oleh sang kapten ini langsung memicu reaksi keras dari otoritas sepak bola tertinggi di negaranya, membuat atmosfer di skuad Selecao das Quinas mendadak memanas di tengah agenda UEFA Nations League.

Konflik internal ini bermula ketika Jorge Jesus selaku pelatih kepala memutuskan untuk tidak memainkan sang pemain andalan dalam laga kontra Norwegia meski sudah diminta melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Merasa ada kesepakatan yang diingkari oleh juru taktik tersebut, ketegangan pun memuncak hingga berujung pada aksi mogok dan kepulangan sang megabintang dari kamp latihan tim nasional di Kopenhagen.

Dewan Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) bergerak cepat dengan mengacu pada pasal 160 ayat 2 Regulasi Disiplin yang mengatur sanksi tegas bagi pemain indisipliner. Berdasarkan aturan tersebut, ancaman hukuman skorsing berkisar antara satu hingga enam bulan plus denda finansial menanti sang pemain, meski peluang keringanan terbuka lebar berkat sikap kooperatif yang ditunjukkannya baru-baru ini.

Pengacara olahraga Goncalo Almeida memprediksi bahwa sanksi akhir yang dijatuhkan kemungkinan besar akan berada di kisaran skorsing 15 hari serta denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp4,3 Juta. Pengakuan terbuka serta permintaan maaf resmi yang dirilis melalui media sosial diyakini menjadi faktor utama yang meringankan beban hukum dari Dewan Disiplin FPF.

Dalam pernyataan resminya, sang kapten dengan kesatria mengakui segala kekeliruan tindakan yang telah diperbuatnya serta menyadari statusnya sebagai pemimpin skuad justru memperberat pelanggaran tersebut. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada rekan-rekan setimnya yang ditinggalkan begitu saja demi meredam gejolak lanjutan di tubuh Portugal.