Menjelang musim baru Premier League, Crystal Palace dan Everton justru bikin gebrakan yang jarang banget terjadi di sepak bola modern. Bukan beli pemain dengan uang panas, dua klub ini sepakat melakukan barter langsung—Brennan Johnson ke Everton dan Dwight McNeil ke Palace—tanpa ada biaya transfer sama sekali. Seperti dikonfirmasi ESPN, kedua pemain dijadwalkan menjalani tes medis sebelum meneken kontrak empat tahun.

Dalam sepak bola, istilah 'swap deal' sering dipakai saat pemain jadi bagian negosiasi transfer. Tapi barter murni tanpa fee, itu langka banget. Salah satu contoh paling terkenal adalah Alexis Sánchez dan Henrikh Mkhitaryan pada Januari 2018. Sánchez pindah dari Arsenal ke Manchester United, sementara Mkhitaryan melaju ke arah sebaliknya. Nilai transfer keduanya sama-sama £35 juta, jadi beres tanpa uang.

Waktu itu, manajer Arsenal Arsene Wenger sempat berkata, "Kami kehilangan pemain kelas dunia dan mendapatkan pemain kelas dunia." Sayangnya, baik Sánchez maupun Mkhitaryan gagal bersinar di klub barunya. Sánchez cuma bikin lima gol dalam 43 penampilan untuk United, sedangkan Mkhitaryan mencetak sembilan gol dalam 59 laga bersama Arsenal. Uniknya, mereka malah bersatu di Inter Milan dan memenangkan Serie A 2023-24.

Arsenal juga pernah terlibat barter pada 2006, ketika Jose Antonio Reyes dan Julio Baptista bertukar klub dalam status pinjaman semusim. Reyes pulang ke Spanyol bersama Real Madrid, sementara Baptista mencoba peruntungan di London. Baptista cuma bertahan semusim di Arsenal, tapi sempat mencetak enam gol dalam tiga laga Piala Liga. Reyes, yang kemudian meninggal tragis pada 2019, mencetak tujuh gol dalam 38 laga untuk Madrid.

Inter Milan dan AC Milan juga pernah melakukan barter pada 2002. Clarence Seedorf menyeberang ke Milan, sementara Francesco Coco pindah ke Inter. Seedorf sukses besar, mengantar Milan juara Serie A dan Liga Champions. Coco malah sering cedera dan akhirnya pensiun dini untuk jadi aktor. Lalu pada 2004, Inter kembali barter, kali ini Fabio Cannavaro ke Juventus dan Fabian Carini ke Inter, dengan nilai sama-sama €10 juta. Cannavaro kemudian memenangkan Ballon d'Or, sedangkan Carini cuma tampil empat kali dalam tiga tahun.

Contoh lain yang lebih dekat dengan era sekarang adalah Kenwyne Jones dan Peter Odemwingie pada 2013-14. Cardiff City dan Stoke City menukar striker di tengah musim. Jones cuma bikin satu gol untuk Cardiff, sementara Odemwingie mencetak lima gol untuk Stoke. Keduanya gagal memberi dampak besar.

Kembali ke kesepakatan Palace-Everton, barter Johnson-McNeil jelas bukan yang pertama. Tapi apakah keduanya bisa sukses seperti Seedorf, atau malah gagal seperti Sánchez-Mkhitaryan? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, kedua klub berharap keputusan berani ini membawa angin segar di musim baru.