Tekanan luar biasa di kasta tertinggi sepak bola Inggris sering kali menuntut para pemain untuk selalu tampil sempurna tanpa cela. Namun, penyerang Everton, Thierno Barry, memilih mengambil jalan berbeda yang penuh keberanian. Dilansir dari BBC Sport, ia sempat membutuhkan waktu hingga tiga minggu lamanya sebelum akhirnya mantap mengunggah sebuah video pribadi yang memperlihatkan dirinya tengah menangis tersedu-sedu di sesi latihan.

Video berdurasi singkat yang dirilis melalui kanal YouTube pribadinya tersebut merekam momen frustrasi mendalam sang penyerang terhadap performanya sendiri. Pemain berusia 23 tahun itu bahkan harus meninggalkan lapangan latihan sambil meneteskan air mata di hadapan rekan-rekan setimnya yang berusaha memberikan dukungan. Bagi pemain asal Prancis ini, menunjukkan sisi rapuh merupakan sebuah risiko besar di industri sepak bola yang keras, tetapi ia merasa publik perlu mengenal siapa dirinya yang sebenarnya setelah musim lalu sempat kesulitan beradaptasi.

Kepindahan seharga sekitar Rp540 Miliar dari Villarreal ke Everton pada usia 22 tahun tentu bukan hal yang mudah bagi pemain kelahiran Lyon tersebut. Beradaptasi dengan kultur liga baru serta bahasa yang asing sempat membuatnya kewalahan, terlebih dengan torehan delapan gol dari 41 penampilan pada musim lalu. Kritik tajam atas peluang yang terbuang kerap menghantui benaknya, membuat kritikus terbesar bagi dirinya adalah diri sendiri yang menuntut standar kesempurnaan tanpa kompromi.

Kendati demikian, respons positif justru mengalir deras ketika pihak klub turut membagikan ulang video emosional tersebut dengan menyematkan keterangan ketahanan mental. Dukungan penuh dari suporter dan orang-orang terdekat terbukti mampu membakar semangatnya untuk bangkit dari keterpurukan. Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil manis di atas lapangan hijau musim ini, di mana sang bomber jangkung telah membukukan enam gol penting bagi klubnya.

Kini, dengan ketenangan yang perlahan mulai ia temukan di bawah tekanan ketat kompetisi, fokus utamanya adalah terus memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Urusan panggilan memperkuat tim nasional Prancis belum menjadi prioritas utama yang membebani pikirannya saat ini. Bagi sang penyerang, yang terpenting adalah terus bekerja keras, menikmati permainan, dan membuktikan kualitas autentiknya di setiap akhir pekan.