Dunia olahraga kerap kali bersinggungan dengan isu sensitif yang berujung pada kemarahan publik suatu negara. Baru-baru ini, bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, menjadi sorotan setelah komentarnya tentang meme yang menggambarkan dirinya sebagai Mao Zedong memicu kontroversi besar. Pernyataan tersebut dianggap menghina tokoh penting pendiri Republik Rakyat China, yang berdampak langsung pada pemutusan kerja sama oleh merek asal China seperti Mengniu dan Bushuila sebelum sang pemain akhirnya meminta maaf.
Tidak hanya Mbappe, petenis asal Amerika Serikat Taylor Townsend juga sempat menuai badai kritik setelah mengunggah video bernada candaan mengenai hidangan lokal seperti katak dan kura-kura saat berada di Shenzhen. Komentar soal kualitas makanan tersebut memicu reaksi keras di media sosial hingga memaksanya melayangkan permohonan maaf terbuka di akun Instagram miliknya demi meredam kemarahan publik setempat.
Ranah bola basket NBA juga tidak luput dari gesekan geopolitik yang melibatkan China sebagai pasar olahraga terbesar di dunia. Mantan bintang NBA Dwight Howard memicu kemarahan publik pada Mei 2023 setelah menyebut Taiwan sebagai sebuah negara dalam video promosi pariwisata. Mengingat posisi sensitif Taiwan bagi pemerintah China, komentar Howard langsung memicu gelombang kritik masif di Weibo hingga mendulang ratusan juta penayangan dari warganet.
Kasus serupa yang melibatkan isu kedaulatan wilayah turut menjerat mantan pebasket NBA Enes Kanter Freedom pada Oktober 2021. Kanter secara terbuka mengkritik kebijakan pemerintah China di Tibet dan Xinjiang serta menyerang Presiden Xi Jinping. Akibat pernyataan keras tersebut, mitra penyiaran digital NBA di China, Tencent, merespons dengan menghapus seluruh siaran langsung maupun tayangan ulang pertandingan Boston Celtics.
Gelombang kecaman terbesar dari pemerintah dan publik China juga pernah menghantam mantan gelandang Arsenal, Mesut Ozil, pada Desember 2019. Melalui media sosial, Ozil secara terbuka menyoroti dugaan penindasan terhadap masyarakat Muslim Uighur. Sanksi sosial dan komersial langsung dijatuhkan, mulai dari pembatalan siaran pertandingan oleh stasiun televisi pemerintah CCTV hingga penghapusan karakter sang pemain dari gim Pro Evolution Soccer di pasaran China.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang