Malam bersejarah itu diiringi oleh alunan lagu The Impossible Dream yang menggema di Vitality Stadium. Laga kandang perdana di kompetisi Eropa dalam kurun waktu 127 tahun sejarah klub Bournemouth benar-benar menjadi momen magis bagi para pendukung setia mereka yang hadir di stadion.

Dilansir dari BBC Sport, sebuah tifo raksasa dibentangkan di belakang tribun dengan tulisan menyentuh hati: 'Minus 17 hingga mimpi Eropa. AFC Bournemouth, didirikan 1899'. Mengingat kembali ke belakang, memori pahit tahun 2008 tentu masih melekat ketika klub nyaris bangkrut dan harus memulai musim League Two dengan pengurangan 17 poin setelah sebelumnya turun kasta akibat sanksi administrasi.

Di bawah komando pelatih legendaris Eddie Howe kala itu, The Cherries sempat diprediksi bakal terlempar dari liga profesional Inggris. Namun, keajaiban tercipta lewat kelolosan dramatis di ujung musim, yang kemudian menjadi fondasi kebangkitan klub hingga menembus promosi pertama ke Premier League pada tahun 2015 silam.

Kini, loncatan besar membawa mereka terbang tinggi di kancah Liga Europa musim ini di bawah arahan pelatih anyar Marco Rose. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Sturm Graz memastikan mereka sebagai klub Inggris kedua dalam 21 tahun terakhir yang sukses menyapu bersih kemenangan di dua laga perdana kompetisi mayor Eropa.

Kapten tim, Adam Smith, yang telah mencatatkan lebih dari 430 penampilan sejak bergabung dari Tottenham pada 2011, menjadi aktor penting lewat assist krusial untuk gol sundulan Evanilson. Meski begitu, tantangan domestik masih menanti karena mereka kini tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara Liga Inggris dan harus segera bangkit saat menghadapi Sunderland akhir pekan ini.