Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Asia ketika legenda Manchester City, David Silva, memutuskan untuk membatalkan masa pensiunnya di usia 40 tahun. Gelandang jenius asal Spanyol tersebut resmi melanjutkan petualangan kariernya yang luar biasa dengan bergabung bersama klub Hong Kong Premier League, Sha Tin. Keputusan ini sontak menarik perhatian publik sepak bola internasional, mengingat sang maestro sempat gantung sepatu tiga tahun lalu.

Sebelumnya, mantan pilar Timnas Spanyol peraih juara Piala Dunia 2010 serta dua titel Euro itu terpaksa mengakhiri kariernya pada musim panas 2023. Cedera robek ligamen anterior cruciate (ACL) saat menjalani sesi latihan pramusim bersama Real Sociedad menjadi penyebab utama ia harus berpisah dengan lapangan hijau. Namun, kerja keras dalam proses pemulihan tampaknya mengembalikan motivasi besar bagi peraih empat gelar Premier League tersebut untuk kembali merasakan atmosfer kompetitif.

Selama satu dekade memperkuat The Citizens, ia sukses mengoleksi 60 gol di liga domestik serta merengkuh 11 trofi mayor bergengsi. Kontribusi masif tersebut bahkan diabadikan melalui sebuah patung megah yang berdiri kokoh di luar Stadion Etihad. Dilansir dari BBC Sport, ia mengaku sangat antusias menyambut tantangan baru ini, menikmati budaya lokal, kuliner khas Sha Tin, serta tentu saja kembali mengolah si kulit bundar di Hong Kong.

Kepindahan sang gelandang veteran tentu membawa angin segar bagi klub barunya yang saat ini masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara setelah melalui empat pertandingan awal. Pihak klub menyatakan bahwa sang bintang akan segera bertolak ke Hong Kong untuk beradaptasi, menjalani porsi latihan bersama skuad utama, serta mengembalikan kondisi fisik optimalnya sebelum benar-benar turun bertanding di atas lapangan hijau.

Kehadiran pemain sekaliber dirinya di Liga Hong Kong diyakini bakal mendongkrak popularitas kompetisi secara signifikan sekaligus memberikan mentor berharga bagi para pemain muda di klub. Meski sempat terseret dalam memori manis era keemasan di Inggris—termasuk periode sukses yang diwarnai catatan investigasi regulasi finansial liga—babak baru karier sang maestro kini resmi dimulai di Asia.