Kembalinya Daniele De Rossi ke Stadio Olimpico selalu menghadirkan cerita emosional tersendiri. Legenda hidup yang kini membesut Genoa tersebut harus mengakui ketangguhan AS Roma setelah timnya takluk dengan skor 2-0 dalam lanjutan kompetisi Serie A.

Meski pulang dengan kekalahan, De Rossi menilai anak asuhnya mampu memberikan perlawanan sengit. Pertandingan berjalan ketat dan seimbang selama 50 menit pertama sebelum akhirnya kebuntuan pecah melalui aksi ciamik dari kubu tuan rumah yang sukses meruntuhkan mental bertanding skuadnya.

"Kami tahu Roma adalah tim yang kuat dan kami menerima hasil ini. Namun, jika kami menyerah sebelum bertanding melawan tim yang lebih kuat, itu adalah masalah besar," ujar pelatih asal Italia tersebut kepada Sky Sport Italia usai pertandingan yang dilansir dari Football Italia.

Genoa sebenarnya sempat memberikan ancaman nyata di paruh pertama, termasuk ketika sepakan Stephan El Shaarawy membentur tiang gawang. Disiplin taktik dan kerja keras memenangkan duel individu sempat membuat Giallorossi frustrasi, namun fisik yang mulai kedodoran di babak kedua menjadi pembeda hasil akhir di lapangan.

Tekanan memang masih memayungi posisi De Rossi setelah rentetan hasil kurang memuaskan di awal musim. Kendati demikian, sang allenatore tetap melihat adanya konsistensi positif dalam hal determinasi, sikap, serta performa keseluruhan tim menyusul kemenangan krusial atas Fiorentina pada laga sebelumnya.

Dalam pertandingan ini, De Rossi juga memberikan kepercayaan penuh kepada talenta muda Timnas Italia U-19, Samuel Wiafe, untuk tampil sebagai starter pertama kalinya di Serie A. Sementara itu, Tommaso Baldanzi harus absen akibat masalah adductor ringan yang dirasakannya saat sesi latihan terakhir.