Kekalahan telak 1-4 dari Como di pekan ketiga Serie A membuat Daniele De Rossi angkat bicara. Pelatih Genoa itu tak segan memuji permainan lawannya, bahkan menyebut Como sebagai lawan terbaik yang pernah dihadapinya sejak menukangi klub berjuluk Grifone tersebut.

“Memang benar kami memulai dengan baik, tetapi melawan tim seperti Como, Anda harus tampil sempurna selama 90 menit,” ujar De Rossi kepada DAZN Italia. “Kami sempat unggul, yang merupakan bagian tersulit, tapi mereka mungkin lawan yang paling mengesankan saya sejak saya di Genoa. Mereka mengesankan secara kolektif dan juga individu.”

Genoa sebenarnya sempat memimpin lewat gol debutan Milutin Osmajic pada menit ke-17. Memanfaatkan umpan silang Lorenzo Colombo, penyerang asal Montenegro itu tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Como membalikkan keadaan dengan empat gol balasan, termasuk dua gol Assane Diao serta masing-masing satu dari Martin Baturina dan Nico Paz.

Kekalahan ini membuat Genoa belum meraih satu poin pun dari tiga laga awal Serie A. Mereka kalah dari Napoli, Lazio, dan kini Como. Ini merupakan start terburuk Genoa di era tiga poin untuk kemenangan. De Rossi pun mengakui kesulitan anak asuhnya untuk bersaing dengan tim sekelas Como yang menurutnya berada di level berbeda.

“Sulit melawan Como karena mereka bisa menguasai bola. Kami mencoba menekan, tetapi jika lini pertahanan tidak sempurna, mereka akan membuat Anda membayarnya lebih mahal daripada tim lain. Sulit untuk agresif melawan mereka. Saat kami melakukannya, bola justru mudah kembali ke mereka. Mereka jauh lebih bersih dalam memberikan operan,” tambah De Rossi.

“Kadang Anda kalah dan marah pada wasit atau diri sendiri. Kadang Anda hanya perlu mengakui bahwa tim lain lebih baik, pelatih lain lebih baik. Como memang berada di level lain saat ini.”

Meski demikian, De Rossi menegaskan bahwa skuadnya punya kualitas untuk bangkit. Dengan bursa transfer yang sudah ditutup, ia berharap dukungan dari para suporter menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini. “Ini tim saya, mereka punya kemampuan untuk meraih poin di pertandingan yang kami butuhkan. Saat berjuang untuk bertahan, Anda bisa mengalami hasil buruk. Tapi bursa transfer sudah selesai, kami tahu siapa kami, dan mereka yang di tribun adalah kunci fundamental,” pungkasnya.