Roberto De Zerbi mengaku antusias menyambut duel sesama pelatih asal Italia, Enzo Maresca, saat Tottenham Hotspur menjamu Manchester City. Lebih dari sekadar rivalitas, keduanya ternyata punya ikatan persahabatan yang sudah terjalin sejak usia belasan tahun, ketika sama-sama menimba ilmu di akademi AC Milan.
De Zerbi, yang baru memulai musim penuh pertamanya di Spurs setelah mengambil alih tim pada Maret lalu dan nyaris terdegradasi, kini berharap bisa membawa perubahan besar. Ia menegaskan bahwa hasil buruk musim lalu disebabkan oleh kurangnya identitas dan jiwa tim, dan ia ingin membangun fondasi yang kuat untuk jangka panjang.
“Kami sudah pernah bertemu sebagai lawan ketika dia masih di staf Guardiola, tapi tidak pernah sebagai pelatih kepala. Saya senang karena dia teman. Enzo dan saya kenal sejak usia 13 tahun. Dia sempat beberapa tahun di akademi Milan bersama saya, lalu pergi dan kami kehilangan kontak. Begitu bertemu lagi, kami memastikan tetap berhubungan,” ujar De Zerbi kepada Sky Sport Italia, dikutip dari Football Italia.
De Zerbi juga menyoroti karier Maresca yang dianggapnya luar biasa. Setelah sukses di Chelsea musim lalu, kini ia menangani tim papan atas lainnya, Manchester City. “Dia menjadi pelatih hebat. Jalannya berbeda dengan saya, tapi saya sangat bahagia untuknya,” tambahnya.
Namun, De Zerbi tak mau terburu-buru menargetkan hasil instan. Ia sadar bahwa Premier League sangat kompetitif dan banyak klub yang berbicara soal proyek, tapi sedikit yang mampu bertahan. “Kami ingin bertahan bertahun-tahun di sini dan membawa Tottenham kembali ke papan atas. Bukan jaminan bahwa hanya dengan belanja pemain bagus kami bisa langsung bersaing dengan tim-tim elite,” tegasnya.
Di balik pertandingan nanti, ada kenangan manis tentang legenda AC Milan, Franco Baresi, yang meninggal bulan lalu pada usia 66 tahun setelah menjalani perawatan kanker. De Zerbi, yang sempat berlatih bersama tim Milan yang dikenal sebagai “The Invincibles”, berbagi cerita tentang sosok Baresi yang sangat berarti baginya.
“Saya sangat sedih mendengar kabar itu. Saya berlatih beberapa tahun dengan tim Milan yang tak terkalahkan: Baresi, Maldini, Tassotti, Costacurta, Boban, dan lainnya. Baresi benar-benar istimewa, saya bisa katakan itu secara langsung. Mungkin karena kami sama-sama dari Brescia, dia selalu punya hubungan yang hangat dengan saya. Dia sering mengedipkan mata, menepuk punggung saya,” kenangnya.
De Zerbi menambahkan, “Saya masih ingat momen-momen itu. Cukup dengan satu tatapan, dia bisa membuat pemain terhebat pun merasa kecil. Dia mungkin bek terbaik yang pernah saya lihat secara langsung, bersama dengan Maldini. Zaman itu benar-benar berbeda.”
Pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Manchester City diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama diasuh pelatih Italia yang haus pembuktian. Akankah persahabatan lama memengaruhi jalannya laga? Kita tunggu saja.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang