Setelah menunggu delapan bulan, Brian Madjo akhirnya merasakan debut kompetitifnya bersama Aston Villa. Meski timnya kalah 2-1 dari Paris Saint-Germain di UEFA Super Cup, Rabu (14/8) dinihari WIB, striker 17 tahun itu tampil impresif dan langsung mencuri perhatian publik Salzburg.

Madjo, yang baru bergabung dari Metz pada Januari lalu dengan nilai transfer sekitar Rp200 miliar (€10 juta), sempat terkatung-katung karena FIFA melarang registrasinya. Villa baru bisa memainkannya setelah memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) awal bulan ini. Delapan hari setelah putusan itu, ia langsung diberi kepercayaan oleh Unai Emery untuk menjadi starter di laga sebesar Super Cup.

Penampilannya tidak mengecewakan. Madjo mencetak gol penyama kedudukan di babak pertama, memanfaatkan umpan silang John McGinn dengan voli keras setelah melewati hadangan Willian Pacho. Gol itu membalas keunggulan PSG yang lebih dulu mencetak gol lewat Khvicha Kvaratskhelia. Sayangnya, kemenangan PSG dipastikan lewat gol Desire Doue di babak kedua setelah pemeriksaan VAR.

Sepanjang laga, Madjo menjadi mimpi buruk bagi lini belakang PSG, termasuk kapten sekaligus bek tangguh Marquinhos. Meski sempat membuang dua peluang emas, termasuk sundulan dari jarak dekat, keberaniannya untuk terus mencoba menuai pujian. Mantan striker Villa, Dion Dublin, yang menjadi komentator BBC Radio 5 Live, memuji mentalitas Madjo yang tidak gentar meski gagal di beberapa kesempatan.

"Dia berani kembali ke posisi mencetak gol. Jika terus meleset, itu tidak membuatnya takut. Dia senang memikul tekanan itu. Di usia 17 tahun, dia sepertinya menjalaninya dengan mudah," ujar Dublin.

Emery sendiri mengapresiasi performa Madjo yang tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga mau bekerja keras membantu pertahanan. "Dia bermain karena menunjukkan kapasitas untuk bekerja dan disiplin taktis. Bukan cuma soal mencetak gol, tapi juga bertahan," kata Emery setelah pertandingan.

Kekalahan ini tetap menjadi catatan penting bagi Villa yang sedang bersiap menghadapi Brighton di laga pembuka Premier League, 23 Agustus mendatang. Kehadiran Madjo memberikan opsi baru di lini depan, di tengah kabar ketertarikan Villa pada Nicolas Jackson dari Chelsea. Namun, dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Madjo akan semakin sering dipercaya mengisi pos penyerang utama.