Publik Giuseppe Meazza akhirnya menyaksikan penampilan perdana Djed Spence saat raksasa Liga Italia tersebut sukses mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Parma pada akhir pekan lalu. Mantan bek sayap Tottenham Hotspur ini masuk dari bangku cadangan pada menit ke-73 ketika pertandingan sudah berada dalam genggaman tuan rumah. Kehadiran sang rekrutan anyar langsung disambut meriah oleh suporter yang memadati stadion kebanggaan Inter Milan tersebut untuk melihat kapasitasnya di atas lapangan hijau.
Dilansir dari Football Italia, kepindahan pemain asal Inggris ini pada bursa transfer musim panas lalu melibatkan mahar sekitar Rp510 Miliar ditambah bonus Rp85 Miliar, sementara Spurs juga mengamankan klausul penjualan kembali sebesar 10 persen. Memulai debut di sisi kanan pertahanan, ia langsung berupaya terlibat dalam alur serangan tim meskipun sempat kehilangan bola pada duel satu lawan satu pertamanya. Kesalahan kecil tersebut langsung ditebusnya lewat umpan silang akurat yang hampir diselesaikan dengan sempurna oleh sang kapten melalui sundulan kepala.
Kontribusi singkat tersebut menunjukkan sekilas potensi kecepatan yang bisa ia tawarkan bagi lini serang Nerazzurri dalam menghadapi jadwal padat kompetisi domestik maupun Eropa. Berdasarkan penilaian media lokal, performanya diganjar nilai enam sebagai langkah awal adaptasi yang positif di atmosfer sepak bola Italia. Ujian sesungguhnya kini sudah menanti saat raksasa Milan ini bersiap melakoni duel krusial menghadapi Club Brugge pada ajang Liga Champions tengah pekan nanti di bawah arahan pelatih Simone Inzaghi.
Kemenangan meyakinkan atas Parma ini tentu memperkokoh posisi Nerazzurri di papan atas klasemen sementara Serie A sekaligus memberikan opsi rotasi yang semakin kompetitif. Kedalaman skuad menjadi kunci penting bagi ambisi klub mempertahankan Scudetto di tengah ketatnya persaingan ketat melawan tim-tim kuat lainnya musim ini. Kehadiran amunisi baru di sektor sayap memberikan angin segar bagi taktik yang diusung sang pelatih dalam mengejar target tinggi di semua ajang.
Adaptasi cepat di ruang ganti dan pemahaman taktik sepak bola Italia akan menjadi penentu utama apakah pemain berusia 24 tahun itu mampu merebut tempat di susunan pemain utama. Tantangan berikutnya di pentas Eropa akan menjadi tolok ukur yang lebih objektif mengenai kesiapannya menghadapi intensitas pertandingan tingkat tinggi bersama klub barunya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang