Atmosfer panas bakal tersaji di St Mary's ketika dua musuh bebuyutan, Southampton dan Portsmouth, kembali bertarung dalam duel sarat gengsi di pentas Championship. Pertemuan ini dipastikan membakar emosi suporter mengingat sejarah panjang persaingan kedua tim yang selalu menyajikan drama di atas lapangan. Musim lalu, kedua bentrokan berakhir tanpa pemenang mutlak, meninggalkan rasa penasaran yang mendalam bagi para pendukung setia yang mendambakan supremasi di pantai selatan.

Kubu tuan rumah mendapat suntikan moral luar biasa setelah pelatih kepala Tonda Eckert lolos dari sanksi berat menyusul drama skandal Spygate. Eckert hanya dijatuhi larangan mendampingi tim yang bersifat tangguh serta denda sekitar Rp560 Juta, yang artinya sang juru taktik dipastikan bisa berdiri di pinggir lapangan pada akhir pekan ini. Eks penyerang Saints, James Beattie, menilai kejelasan status sang pelatih akan memberikan ketenangan mental bagi para pemain untuk fokus penuh menghadapi tekanan laga derby.

Di sisi lain, Portsmouth datang dengan modal belanja besar di bursa transfer musim panas lalu setelah menggelontorkan dana lebih dari Rp200 Miliar untuk memperkuat skuad arahan John Mousinho. Sejumlah nama baru seperti penyerang jangkung Marko Milovanovic hingga gelandang muda pinjaman dari Chelsea, yakni talenta belia yang tampil meski sempat mengalami cedera retak tangan, bertekad memberikan perlawanan sengit. Meski demikian, Pompey wajib ekstraketat mengawal lini serang tuan rumah yang terbukti sangat produktif di kandang sendiri sejauh musim ini berjalan.

Ancaman utama bagi pertahanan tim tamu tentu datang dari kombinasi mematikan gelandang kreatif Finn Azaz dan winger lincah Leo Scienza. Azaz tampil sebagai salah satu metronom lini tengah paling berbahaya di divisi ini setelah mengoleksi tiga gol serta lima assist dari delapan pertandingan awal. Pergerakannya di belakang penyerang utama Cyle Larin akan menjadi kunci bagi Portsmouth jika tidak ingin lini belakang mereka kian kocar-kacir di St Mary's.

Rekor pertemuan juga mencatat bumbu penegas tensi tinggi, di mana kedua kubu sudah lama tidak saling mengalahkan di liga sejak kemenangan telak Pompey pada tahun 2005 silam. Dengan tabungan empat hasil imbang beruntun di liga sejak saat itu, bentrokan akhir pekan ini diprediksi kembali berlangsung ketat, penuh tekel keras, serta sorotan tajam dari tribun penonton yang siap meledak.