Sebuah insiden yang mencoreng dunia sepak bola terjadi di kompetisi kasta kedua Belanda ketika laga derby antara Vitesse dan De Graafschap terpaksa dibatalkan pada Minggu. Pertandingan yang sedianya dinantikan ribuan suporter di dalam stadion harus batal digelar karena bus tim tamu sama sekali tidak bisa keluar kandang akibat aksi blokade dari pendukungnya sendiri. Situasi panas ini langsung menyita perhatian otoritas sepak bola setempat setelah suporter nekat mengunci gerbang tempat parkir dan menghalangi skuad berangkat ke GelreDome.
Dilansir dari ESPN FC, kekacauan bermula dari kemarahan suporter De Graafschap yang jengkel setelah jatah tiket tandang mereka dipangkas secara drastis dari 800 lembar menjadi hanya 500 lembar saja. Keputusan itu dibarengi dengan penerapan syarat keamanan tambahan yang ketat dari panitia pelaksana. Ketegangan memuncak ketika sejumlah suporter menolak mematuhi aturan tersebut, sehingga pada Sabtu malam diputuskan untuk melarang suporter tandang hadir sama sekali ke stadion.
Respons dari para pendukung di luar dugaan jauh lebih ekstrem dari perkiraan klub maupun aparat keamanan setempat. Keesokan paginya, alih-alih memberikan dukungan moral, mereka justru memblokir jalan keluar bus tim dan mengunci gerbang area parkir stadion agar para pemain tidak bisa beranjak. Jan Bluyssen selaku Manajer Urusan Kompetisi dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengecam keras tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak tersebut.
"Ini sungguh tidak dapat diterima dan benar-benar di luar nalar. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini seumur hidup, dan kami tidak ingin merasakannya lagi," ujar Bluyssen dengan nada geram menanggapi situasi kacau yang membakar emosi publik sepak bola Belanda. Menurutnya, meskipun setiap orang berhak menyampaikan pendapat, melakukan aksi blokade yang merusak jalannya pertandingan bukanlah cara yang bisa dibenarkan dalam aturan olahraga maupun hukum.
Pihak KNVB menegaskan bahwa ulah suporter yang membuat pertandingan sepak bola batal terlaksana adalah bentuk pengkhianatan terhadap klub dan ribuan penonton netral. Dalam pernyataan resminya, federasi memastikan bahwa kasus luar biasa ini akan segera diserahkan kepada badan disiplin untuk diselidiki lebih lanjut. Hingga kini, belum ada jadwal ulang yang dikonfirmasi dan potensi sanksi berat masih menanti De Graafschap akibat ulah pendukungnya sendiri.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang