Kritik pedas kembali menghantam AC Milan setelah hasil minor terus menghiasi perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini. Mantan penyerang Rossoneri, Paolo Di Canio, secara terbuka melontarkan keraguan mendalam terhadap kapasitas skuad asuhan pelatih saat ini. Menurutnya, penurunan standar klub sudah sangat terasa jika dibandingkan dengan era kejayaan masa lalu, membuat mereka kesulitan bersaing di panggung internasional.
Dilansir dari Football Italia, wawancara dengan La Repubblica memperlihatkan bagaimana Di Canio menyoroti kekalahan 0-2 di kandang sendiri dari Ferencvaros sebagai bukti nyata rapuhnya mentalitas tim. Ia bahkan mengaku sama sekali tidak terkejut ketika timnya harus takluk dari Bournemouth sebelumnya. Bagi pria yang pernah berseragam Merah-Hitam pada periode 1994 hingga 1996 ini, kualitas skuad tetangga sekota, Inter Milan, berada di level yang jauh lebih superior saat ini.
"Lima atau enam pemain mereka bahkan bisa langsung menjadi starter di Inter," ujar Di Canio menyoroti jomplangnya kedalaman skuad. Kritik tajam juga ia arahkan pada minimnya figur pemimpin di ruang ganti. Ia menilai nama-nama seperti Adrien Rabiot tidak menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan, sementara Luka Modric dinilai hanya memimpin lewat contoh di lapangan tanpa kehadiran temperamen vokal yang membakar semangat rekan setimnya.
Situasi pelik ini membuat manajemen dan jajaran pelatih AC Milan harus segera berbenah jika tidak ingin terlempar dari zona aman babak gugur Liga Europa. Dengan tiga kekalahan dari empat laga awal fase grup, tekanan kini memuncak di pundak para pemain untuk membuktikan kapasitas mereka di bawah arahan pelatih. Konsistensi di kompetisi domestik dan Eropa menjadi harga mati demi mengembalikan martabat klub di kancah sepak bola modern.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang