Musim baru Aston Villa diwarnai sebuah pemandangan yang tak biasa di Villa Park. Proyek renovasi besar-besaran pada tribun utara atau North Stand membuat kapasitas stadion berkurang drastis, menyisakan kerangka kosong yang menampung sekitar 37.000 penonton saja dari kapasitas ideal yang kelak bakal melewati angka 50.000 kursi. Kebijakan jangka panjang demi menutup jurang finansial di kompetisi elite ini mau tak mau harus dibayar mahal oleh skuad asuhan Unai Emery di atas lapangan.
Hasil imbang 2-2 kontra Brentford akhir pekan lalu memperpanjang catatan negatif klub asal Birmingham tersebut yang belum sekalipun mengecap kemenangan kandang musim ini. Dilansir dari BBC Sport, hilangnya sekitar 7.000 suara suporter akibat tribun yang ditutup diakui Emery sebagai sebuah handicap nyata bagi timnya. Kendati demikian, sang juru taktik asal Spanyol itu secara tegas menolak menjadikan situasi konstruksi stadion sebagai alibi atas rapuhnya lini belakang mereka yang baru mencatatkan satu kali clean sheet sejauh ini.
"Tidak ada alasan," tegas Emery blak-blakan. Ia menuntut para pemainnya untuk tampil lebih fokus, memperbaiki kualitas permainan, dan bersaing lebih baik terlepas dari atmosfer kandang yang belum sepenuhnya maksimal. Pendapat senada turut dilontarkan oleh bek Matty Cash, yang mengakui bahwa atmosfer tiga tribun terasa sangat berbeda meski ia sepakat bahwa skuadnya wajib beradaptasi dengan keadaan tanpa mencari-cari pembenaran.
Masalah krisis kandang The Villans sebenarnya bukan sekadar cerita musim ini saja. Sejak pergantian tahun, aura keangkeran Villa Park perlahan memudar jika dibandingkan dengan periode emas antara November 2022 hingga Januari 2026 ketika mereka sempat mencatatkan 15 kemenangan kandang beruntun di Liga Inggris. Kekalahan dari tim-tim seperti Everton, Chelsea, hingga Tottenham, serta kehilangan poin krusial musim ini dari Arsenal dan Nottingham Forest menunjukkan adanya celah kerentanan yang harus segera ditambal oleh sang pelatih.
Ujian berat berikutnya kini sudah menanti di depan mata dengan kedatangan wakil Turki, Fenerbahce, dalam lanjutan pentas Liga Champions. Kehadiran lawan tangguh yang sedang on fire ini bakal menjadi tolok ukur krusial bagi ambisi Eropa Villa, sekaligus kesempatan emas bagi pasukan Emery untuk membuktikan bahwa magis Eropa di Villa Park belum sepenuhnya pudar di tengah kepungan debu proyek renovasi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang