Jeremy Doku angkat bicara soal kritik pedas yang sempat dialamatkan padanya saat Piala Dunia 2025. Winger Manchester City itu menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan dendam terhadap jurnalis yang mengkritik keputusannya meninggalkan kamp latihan Belgia untuk mendampingi istrinya melahirkan anak pertama.

Kritik tersebut datang dari presenter L'Equipe, France Pierron, yang menyebut seorang ayah "benar-benar tidak berguna" saat kelahiran anaknya. Pernyataan itu memicu gelombang kecaman publik, hingga akhirnya L'Equipe meminta maaf dan Pierron harus rehat dari layar kacanya.

Dalam video di kanal YouTube pribadinya, Jeremy Doku mengaku memahami mengapa sebagian orang mempertanyakan waktu kepergiannya. "Ada banyak kebisingan tentu saja," ujarnya. "Saya bisa mengerti mengapa orang merasa ini terlalu sempurna untuk menjadi kebetulan."

Doku juga menyinggung soal Pierron yang sempat menjadi sasaran hujatan warganet. "Saya tidak ingin menyudutkannya seperti kebanyakan orang. Saya tidak ingin orang terlalu keras padanya. Kita tidak tahu apa yang dia alami. Itu opini dia," tambah pemain berusia 24 tahun itu.

"Dia dipecat dan semua hal itu. Saya tidak pernah menginginkan hal itu untuk seseorang. Saya tidak melawannya. Saya tidak marah padanya atau apa pun. Dia hanya menyampaikan opininya." Sebuah sikap dewasa yang jarang ditemui di tengah hiruk-pikuk media sosial.

Keputusan Doku untuk terbang ke Inggris saat Belgia bermain imbang 0-0 melawan Iran di fase grup memang menuai pro dan kontra. Namun, Manchester City dan federasi sepak bola Belgia memberikan dukungan penuh. Dalam pernyataan resminya, Belgia mengonfirmasi bahwa Doku terbang ke London dengan persetujuan dan didampingi dokter tim.

Setelah melewatkan laga melawan Iran, Doku kembali memperkuat Belgia di babak selanjutnya. Meski sempat menjadi sorotan, ia tetap tampil profesional dan menunjukkan performa impresif. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik lapangan hijau, ada sisi manusiawi yang tak kalah penting untuk dihormati.