Kegemilangan Donyell Malen bersama AS Roma musim ini ternyata menyimpan cerita kepindahan yang cukup emosional dari Liga Inggris. Penyerang asal Belanda itu blak-blakan mengaku bahwa dirinya merasa tidak lagi dihargai dan kehilangan peran penting selama berseragam Aston Villa, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Liga Italia.

Dilansir dari Football Italia, keputusan besar tersebut terbukti sangat tepat bagi karier sang penyerang. Malen saat ini menjelma sebagai mesin gol utama Giallorossi dan memuncaki daftar pencetak gol terbanyak Serie A dengan koleksi enam gol dari lima pertandingan awal, membuktikan ketajamannya di Stadio Olimpico.

Di balik kesuksesan adaptasinya yang cepat, peran pelatih Gian Piero Gasperini menjadi kunci utama kenyamanan sang pemain di ibu kota Italia. Malen memuji pendekatan taktik serta cara sang allenatore dalam menangani para pemainnya secara terbuka dan jujur tanpa ada kebohongan.

Dampak kehadiran juru taktik berpengalaman itu langsung terasa ketika Roma sukses mengamankan tiket Liga Champions musim lalu. Bahkan, Malen menceritakan momen unik ketika sang pelatih sampai membanting meja di ruang ganti karena begitu gembira merayakan kemenangan krusial tandang atas Parma.

Ketajaman lini depan Roma semakin menakutkan berkat kerjasama apik antara Malen dan bintang Argentina, Paulo Dybala, yang kini dijuluki fans sebagai Dymalen. Chemistry instan di antara keduanya, ditambah performa impresif dari pemain muda seperti Niccolò Pisilli dan Manu Koné, membuat skuad asuhan Gasperini siap menggebrak kompetisi musim ini.