Cuaca buruk kembali memupus rencana penutupan turnamen golf bergengsi, memaksa Seamus Power dan Austin Smotherman harus melakoni babak penentuan dalam situasi yang tidak biasa. Keputusan krusial ini diambil setelah ronde pemungkas turnamen Butterfield Bermuda Championship resmi dibatalkan akibat hantaman cuaca ekstrem. Panitia penyelenggara PGA Tour dihadapkan pada dilema besar ketika prakiraan cuaca menunjukkan hujan lebat serta angin kencang terus menghantam lapangan, sehingga mustahil merampungkan 18 lubang tersisa sesuai jadwal.

Kedua pegolf kini berbagi posisi puncak dengan catatan 16 di bawah par selepas menyelesaikan 54 lubang. Dominasi mereka di atas lapangan sempat dibayangi ketat oleh para pesaing terdekat seperti Taylor Moore dan Corey Conners yang menguntit dua pukulan di belakang. Situasi klasemen sementara yang ketat ini memaksa ofisial turnamen mengakhiri kompetisi lebih cepat dan memberlakukan regulasi khusus demi keadilan seluruh peserta yang berjuang di bawah tekanan cuaca.

Bagi Seamus Power, duel perebutan gelar juara via babak tambahan bukanlah pengalaman baru dalam kariernya di Amerika Serikat. Pegolf asal Irlandia tersebut pernah mencicipi manisnya kemenangan perdana di panggung PGA Tour melalui jalur dramatis serupa saat menumbangkan JT Poston pada ajang ISCO Championship. Konsistensi permainan Power terbukti ampuh ketika ia membukukan skor impresif 67 di tengah kondisi lapangan yang mulai memburuk, membawanya sejajar di puncak klasemen.

Di sisi lain, tantangan besar justru dihadapi oleh Austin Smotherman yang melangkah ke babak play-off pertamanya sepanjang keikutsertaannya di PGA Tour. Smotherman tampil sangat eksplosif sejak hari pertama, termasuk torehan luar biasa berupa tiga birdie serta satu eagle gemilang pada sembilan lubang pertama di hari Sabtu. Ambisi besar untuk mengamankan trofi juara kedua dalam kariernya kini berada di ujung tanduk, menanti kepastian cuaca Senin pagi waktu setempat.

Dilansir dari Sky Sports, duel penentuan juara ini dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 siang waktu GMT dengan catatan cuaca benar-benar mendukung. Ancaman hujan sebesar 60 persen disertai tiupan angin kencang berkecepatan hingga 20 mil per jam masih menghantui persiapan kedua finalis di lapangan. Seluruh mata pecinta golf kini tertuju ke arena pertandingan, menanti siapa yang akhirnya keluar sebagai penguasa baru di Bermuda.