Drama menegangkan mewarnai langkah Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri saat menembus partai puncak turnamen bulu tangkis bergengsi di Fyn Arena, Odense. Menghadapi pasangan kuat asal China, Liang Wei Keng dan Wang Chang, ganda putra andalan Indonesia ini dipaksa bekerja keras selama 58 menit dalam pertarungan tiga gim yang sangat melelahkan.
Setelah mengamankan gim pertama dengan skor 21-16, Indonesia sempat kehilangan momentum pada gim kedua lewat kedudukan 16-21. Memasuki gim penentuan yang berjalan sangat alot, ketegangan memuncak ketika wasit mengeluarkan kartu merah untuk wakil Merah Putih saat mereka memimpin 19-15 akibat dianggap memperlambat tempo dan menunda servis.
Hukuman tersebut langsung memberikan tambahan satu angka cuma-cuma bagi pasangan lawan sehingga skor berubah menjadi 19-16. Beruntung, insiden kontroversial itu tidak memecah konsentrasi penuh Fajar dan Fikri yang langsung merespons dengan menyabet dua angka beruntun demi mengunci kemenangan 21-16 dan tiket ke final.
Selepas pertandingan, Fajar memberikan penjelasan terkait insiden kartu merah yang sempat membakar suasana lapangan tersebut. Menurut keterangannya dari rilis resmi PBSI, mereka sebenarnya tidak berniat mengulur waktu melainkan ingin mengganti shuttlecock yang sudah rusak, dan mengeklaim bahwa umpire sebelumnya telah memberikan izin.
Aturan baru terkait pembatasan waktu atau time clock ini dinilai perlu ditinjau ulang oleh otoritas terkait demi kebaikan atlet ke depannya. Dengan transisi format poin yang akan segera berubah menjadi 15 poin, penerapan aturan waktu yang terlalu ketat dikhawatirkan membuat ritme pertandingan menjadi terlampau terburu-buru bagi pemain.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang