Stadion The Racecourse mendadak sunyi senyap ketika keunggulan yang susah payah dibangun oleh tuan rumah runtuh dalam sekejap mata. Wrexham yang sempat di ambang kemenangan harus menelan pil pahit setelah kebobolan dua gol penentu di penghujung laga. Hasil minor ini memperpanjang tren negatif mereka di kompetisi Championship.

Pertandingan sempat berjalan lambat pada paruh pertama, dengan ancaman-ancaman minim dari kedua kubu. Tim asuhan Phil Parkinson mengandalkan ancaman bola mati yang dimotori oleh penyerang jangkung mereka. Upaya beruntun dari situasi bola mati sempat merepotkan lini belakang West Bromwich Albion, namun ketangguhan penjaga gawang Max O'Leary masih mampu menyelamatkan gawang tim tamu dari kebobolan di babak pertama.

Kebuntuan akhirnya pecah di paruh kedua ketika penyerang asal Wales melepaskan tembakan spektakuler dari jarak 30 yard yang bersarang telak di sudut atas gawang. Gol indah tersebut sempat membakar semangat publik tuan rumah dan membuka asa untuk meraih kemenangan kandang beruntun. Namun, respons taktis pelatih lawan lewat pergantian pemain mengubah segalanya secara drastis.

Albion bangkit menghukum kelengahan barisan pertahanan tuan rumah saat pertandingan tinggal menyisakan sebelas menit waktu normal. Umpan silang yang berbelok arah sukses dimanfaatkan dengan tenang untuk menyamakan kedudukan. Tekanan bertubi-tubi itu memuncak lima menit berselang ketika lini belakang tuan rumah kembali melakukan kesalahan fatal yang langsung berbuah gol kemenangan.

Kekalahan dramatis ini membuat posisi Wrexham semakin merosot ke papan bawah klasemen sementara. Tekanan kini kian menghimpit sang juru taktik menyusul catatan minor yang hanya menghasilkan dua kemenangan dari sepuluh laga liga terakhir. Sebaliknya, tambahan tiga angka krusial ini sukses mengatrol posisi Albion kembali ke zona play-off promosi.