Dunia sepak bola Timnas Amerika Serikat tidak pernah kehabisan cerita drama di luar lapangan. Mulai dari sindiran pedas hingga perdebatan sengit di media sosial antara mantan pemain hingga bintang masa kini selalu sukses memanaskan suasana. Ketegangan terbaru melibatkan mantan penyerang Eddie Johnson yang melontarkan kritik tajam kepada legenda sepak bola negeri Paman Sam, Landon Donovan. Johnson mempertanyakan karier masa lalu Donovan di Jerman setelah sang legenda memberikan komentar terkait ekspektasi terhadap bintang muda Cavan Sullivan.

Konflik panas ini hanyalah satu dari sekian banyak drama yang mewarnai perjalanan skuad The Yanks dari masa ke masa. Publik tentu masih ingat ketika Donovan juga sempat terlibat perang urat saraf dengan bintang utama Christian Pulisic. Saat Pulisic memilih beristirahat dari turnamen Gold Cup, Donovan melontarkan kritik keras dan membandingkannya dengan etos kerja Cristiano Ronaldo. Tak tinggal diam, ayah Pulisic langsung membalas kritikan tersebut melalui unggahan AI yang mengingatkan publik pada masa-masa ketika Donovan mengambil cuti panjang akibat kelelahan mental di masa lalu.

Tidak kalah menarik, memori pahit kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 juga pernah memicu ketegangan di antara para penggawa tim nasional. Gelandang Jermaine Jones sempat meluapkan kekesalannya lewat siaran langsung karena banyak pemain muda yang enggan mengambil risiko berkarier di Eropa. Jones secara khusus menyoroti keputusan Jordan Morris yang memilih bertahan di MLS ketimbang menerima pinangan klub luar negeri, yang kemudian dibalas dengan klarifikasi bahwa faktor keluarga menjadi alasan utama keputusannya saat itu.

Ketegangan antarpemain juga kerap merembet ke panggung Major League Soccer ketika Alejandro Bedoya dan Jozy Altidore terlibat adu argumen publik akibat insiden penalti di atas lapangan. Belum lagi perseteruan antara Eric Wynalda dan Donovan terkait saran karier bagi pemain muda Diego Luna yang berujung pada komentar pedas di ruang siaran. Puncaknya, penyerang Tim Weah bahkan sempat melontarkan kekecewaannya terhadap para mantan pemain senior yang kerap melancarkan kritik tajam, menyebut para pendahulu tersebut terlalu keras dan mencari sensasi semata.