Stadion Pier Luigi Penzo menjadi saksi sejarah keluarga Stankovic ketika dua bersaudara, Aleksandar dan Filip, akhirnya saling berhadapan di lapangan hijau. Laga sengit antara Inter Milan dan Venezia ini terasa begitu spesial bagi sang ayah, Dejan Stankovic, yang hadir langsung di tribun penonton untuk menyaksikan momen langka tersebut. Dilansir dari Football Italia, pertandingan ini menandai kali pertama bagi kakak beradik itu berada di kubu yang berlawanan dalam karier profesional mereka, setelah sebelumnya hanya pernah berbagi lapangan sebagai rekan setim untuk Timnas Serbia.
Bagi Aleksandar, malam ini menjadi tonggak penting karena ia akhirnya mencatatkan starter pertamanya bersama Nerazzurri di bawah arahan pelatih Cristian Chivu. Menempati posisi di lini tengah, pemain berusia muda ini langsung dihadapkan pada ujian berat untuk membantu timnya memburu kemenangan demi menyamakan poin dengan sang pemuncak klasemen, Lazio. Di sisi lain lapangan, sang kakak, Filip, berdiri kukuh di bawah mistar gawang Venezia dengan tekad membentengi pertahanan dari gempuran mantan klubnya sendiri.
Kisah kedua pemain ini memang tidak bisa dilepaskan dari akademi Coblos Inter Milan tempat mereka menimba ilmu sejak usia dini. Aleksandar sempat mencoba peruntungan bersama Club Brugge pada tahun 2025 sebelum akhirnya Inter menebus klausul pembelian kembali senilai €23 Juta atau sekitar Rp391 Miliar, mengikatnya dengan kontrak jangka panjang hingga 2031 mendatang. Sementara itu, sang kiper Filip memilih jalur berbeda dengan merapat secara permanen ke Venezia pada tahun 2024 dengan klausul penjualan kembali sebesar 50 persen.
Pertemuan keluarga ini tentu menambah bumbu drama tersendiri dalam peta persaingan ketat kompetisi musim ini. Filip bukanlah nama sembarangan di bawah mistar gawang, mengingat ia sebelumnya sempat menjadi mimpi buruk bagi tim papan atas lain ketika mencatatkan clean sheet dalam kemenangan tipis atas Napoli. Kehadiran Dejan Stankovic, legenda peraih treble winner Inter pada tahun 2010, di tribun tentu memberikan tekanan sekaligus kebanggaan tersendiri melihat kedua darah dagingnya bertarung di level tertinggi sepak bola Italia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang