Dunia olahraga Indonesia kembali berduka setelah kehilangan salah satu talenta mudanya di atas matras pertandingan. Pelatih pencak silat Kota Semarang, Suyoto, mengaku sangat terkejut dan tak percaya atas kepergian anak didiknya, Ayudiah Rivana Tridiandinata, yang meninggal dunia secara mendadak usai melakoni laga penting di ajang Porprov Jateng 2026. Suasana duka kini menyelimuti kontingen setelah tragedi yang merenggut nyawa atlet berusia 19 tahun tersebut.

Sebelum insiden tragis ini terjadi, Ayudiah Rivana sempat mengalami patah jari tengah akibat terkena tendangan keras dari lawannya yang berasal dari Kabupaten Batang di atas gelanggang. Melihat kondisi tersebut, tim medis dan pelatih dengan sigap melarikan sang atlet ke RS Primaya Semarang untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Prosedur operasi penanganan cedera jari tersebut bahkan dilaporkan berjalan lancar pada Selasa sore sekitar pukul 18.00 WIB tanpa adanya kendala berarti.

Suyoto menceritakan bagaimana dirinya sempat mendampingi korban hingga sadar penuh dari pengaruh obat bius di ruang perawatan. Dalam momen kebersamaan tersebut, komunikasi hangat sempat terjadi antara pelatih dan atlet Semarang ini. Bahkan, mereka sempat bercanda bersama dan membicarakan masa depan sang atlet untuk kembali bertanding setelah pulih total. Keyakinan bahwa kondisi korban sudah stabil membuat pihak tim pelatih sempat merasa lega sebelum meninggalkan rumah sakit pada Selasa malam.

Namun, takdir berkata lain ketika kabar mengejutkan datang menghampiri pada Rabu pagi melalui pesan singkat dari orang tua korban. Koordinator Pelatih Pencak Silat Semarang, Nurfaqih, turut mengonfirmasi bahwa pihak keluarga sempat mengabarkan jika situasi pascaoperasi sudah rampung dan aman. Kehilangan sosok atlet yang penuh semangat juang ini tentu meninggalkan lubang besar bagi perkembangan pencak silat daerah serta duka yang mendalam bagi seluruh insan olahraga.