Ada pemandangan yang belakangan hilang dari aksi Eberechi Eze di atas lapangan hijau. Penyerang lincah yang kerap memukau penonton dengan skill individu dan gaya bermain penuh kebebasan ini tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Baru mencetak satu gol dari sembilan penampilan di semua kompetisi, situasi ini tentu mengundang tanya besar dari para pendukung setia.
Sorotan kepada pemain berusia 28 tahun ini semakin tajam usai laga akhir pekan lalu melawan Nottingham Forest. Dipercaya turun sebagai starter untuk pertama kalinya di Premier League musim ini, ia justru ditarik keluar saat turun minum setelah hanya mencatatkan sembilan operan sukses. Situasi kian pelik karena mantan bintang Crystal Palace itu harus bersaing ketat di lini serang skuad asuhan Mikel Arteta.
Eks defender timnas Inggris, Matt Upson, menilai bahwa menemukan peran dan posisi yang pas menjadi kendala utama bagi sang pemain. Di Arsenal, di mana standar kualitas tim berada di level tertinggi, ketidakpastian posisi membuat seorang pemain bakal kesulitan mengamankan tempat utama secara reguler. Peran di sisi kiri lapangan yang kerap ia tempati dinilai tidak sepenuhnya memaksimalkan potensi terbaiknya.
Meski demikian, secercah harapan sejatinya masih ada jika melihat statistik per 90 menit musim ini yang justru menunjukkan peningkatan dalam aspek assist, tembakan tepat sasaran, hingga dribel sukses. Arteta sendiri menegaskan bahwa ekspektasi tinggi klub kepada setiap pemain adalah bagian dari proses untuk mendorong tim mencapai level permainan yang jauh lebih matang demi menghadapi ketatnya persaingan kompetisi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang