Panggung pemilihan orang nomor satu di tubuh sepak bola dunia bakal memanas setelah mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, secara terbuka mendeklarasikan niatnya untuk maju sebagai calon presiden FIFA. Pria berusia 55 tahun itu siap menantang sang petahana, Gianni Infantino, yang berencana maju untuk periode keempat pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, Maret mendatang.
Langkah berani ini menjadikan Vega sebagai figur pertama yang secara terang-terangan menyatakan perlawanan terhadap kepemimpinan Infantino. Dilansir dari ESPN FC, pencalonan ini muncul di tengah tekanan hebat yang mendera Infantino setelah rencana investasi swasta kontroversial ditolak mentah-mentah oleh tiga konfederasi besar, termasuk UEFA, yang mengaku telah kehilangan kepercayaan penuh.
Bagi publik yang mengikuti dinamika organisasi sepak bola, nama Vega bukanlah wajah baru dalam bursa pemilihan presiden. Setelah gantung sepatu pada 2004 dan berkarier di dunia keuangan, ia sempat mencoba peruntungannya pada bursa pemilihan tahun 2015, 2019, dan 2022. Namun, saat itu ia selalu kandas di tengah jalan karena gagal mengamankan syarat dukungan minimal dari lima federasi anggota FIFA.
"Sepak bola sedang berada di ruang gawat darurat, menggunakan alat penunjang kehidupan. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi," tegas Ramon Vega dalam pernyataan resminya. Tantangan ini datang di saat yang krusial, di mana UEFA terus berupaya mencari figur alternatif yang kredibel untuk menggeser dominasi Infantino sebelum batas akhir penyerahan kandidat pada 18 November.
Di sisi lain, Infantino tentu tidak tinggal diam menghadapi gejolak internal ini. Presiden FIFA tersebut terlihat aktif menggalang kekuatan di berbagai belahan dunia, mulai dari kunjungan ke Eropa Timur, menghadiri konferensi strategi CAF di Tanjung Verde bersama legenda Arsenal dan Arsene Wenger, hingga mengantongi dukungan kuat dari kawasan Amerika Selatan serta Timur Tengah.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang