Dunia sepak bola modern kerap kali dipenuhi dengan kerahasiaan ketat, terutama ketika membahas nominal gaji atau pundi-pundi kekayaan pribadi yang masuk ke rekening para bintang lapangan hijau. Namun, pengecualian sepertinya selalu melekat pada diri Allan Saint-Maximin, mantan penyerang sayap idola publik yang tidak pernah ragu tampil apa adanya di hadapan publik.
Dilansir dari FourFourTwo, pemain yang sempat menjadi roh permainan Newcastle United tersebut secara terbuka membeberkan bahwa dirinya telah mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp765 Miliar selama tiga tahun berkarier di Liga Arab Saudi. Pengakuan mengejutkan ini meluncur mulus ketika ia menjelaskan alasan di balik keputusannya menolak tawaran pembelian proyek papan permainan kustom miliknya senilai kurang lebih Rp442 Miliar.
Bagi pendukung setia di St. James' Park, sosok Saint-Maximin tentu menyisakan memori manis sebagai penyelamat di era sulit sebelum era transformasi kepemilikan klub. Aksi dribel memukau serta gaya khasnya di atas lapangan menjadikannya figur kultus yang dicintai, jauh sebelum ia akhirnya dilepas ke Al-Ahli dan melanjutkan petualangan sepak bolanya ke berbagai belahan dunia termasuk klub Turki Fenerbahce.
Menolak tawaran investor demi mempertahankan kendali penuh atas proyek sosialnya, penyerang lincah ini menegaskan bahwa misi mengubah hidup komunitas marjinal jauh lebih berharga ketimbang nominal uang raksasa yang disodorkan kepadanya. Pendapatan masif dari Arab Saudi diakuinya tidak akan mengubah idealisme yang ingin ia curahkan melalui inisiatif kreatif dan turnamen amal bagi masyarakat kurang mampu.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang