Panggung Eropa mendadak menghadirkan cerita menarik ketika mantan gelandang Persikabo 1973, Petteri Pennanen, sukses mencuri perhatian publik sepak bola global. Pemain asal Finlandia tersebut melepaskan tendangan melengkung tajam langsung dari sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang Andre Onana. Gol spektakuler berjenis gol olimpico ini tercipta saat klubnya, KuPS, berhadapan dengan Trabzonspor di ajang Conference League.

Proses terciptanya gol berawal dari eksekusi bola mati akurat yang dilepaskan oleh sang gelandang. Onana yang berdiri di bawah mistar gawang terlanjur salah posisi membaca arah datangnya si kulit bulat, membuat bola bersarang mulus ke dalam gawang tanpa mampu diselamatkan. Situasi ini langsung membakar semangat rekan-rekan setimnya di atas lapangan sekaligus memberikan kejutan besar bagi lini pertahanan wakil Turki tersebut.

Bagi pendukung sepak bola tanah air, sosok Pennanen tentu bukanlah nama yang asing. Gelandang kreatif tersebut sempat mencatatkan karier singkat di Liga Indonesia dengan memperkuat Laskar Padjadjaran pada musim 2020 silam. Berdasarkan catatan statistik, pemain kelahiran Kuopio itu hanya sempat merumput dalam tiga pertandingan resmi kompetisi domestik sebelum akhirnya memilih melanjutkan petualangan kariernya di luar negeri.

Kendati sempat dikejutkan oleh aksi gemilang sang mantan pemain klub Indonesia, Onana tidak tinggal diam meratapi kesalahan posisinya. Kiper berpaspor Kamerun tersebut langsung membayar tuntas kesalahannya hanya berselang lima menit kemudian. Ia tampil sebagai pahlawan penyelamat dengan menepis eksekusi penalti keras yang dilepaskan oleh penyerang KuPS, Piotr Parzyszek.

Aksi penyelamatan krusial dari kiper andalan tersebut terbukti sangat vital untuk menjaga keunggulan timnya dari ancaman kebangkitan lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, Trabzonspor pada akhirnya sukses menyegel kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 4-2. Hasil positif ini sekaligus memastikan klub asal Turki tersebut mengawali kiprah perdana mereka di fase grup kompetisi Eropa dengan raihan poin penuh.