Perebutan trofi Ballon d'Or selalu menyisakan drama yang sulit ditebak, seperti ketika Vinícius Júnior harus rela melihat trofi jatuh ke tangan Rodri pada tahun 2024 lalu. Menjelang malam penghargaan prestisius yang dihelat di London, ketegangan serupa kembali merayap di kalangan pencinta sepak bola dunia. Untuk meredam rasa penasaran, ESPN menggelar eksperimen global dengan melibatkan 20 jurnalis dari berbagai penjuru dunia guna mensimulasikan sistem voting resmi Ballon d'Or.

Dalam simulasi kategori putra, persaingan mengerucut menjadi pertarungan sengit antara ketajaman luar biasa penyerang Bayern Munich, Harry Kane, dan megabintang Real Madrid, Kylian Mbappé. Kane dijagokan setelah mencatatkan rekor fantastis dengan membukukan 73 gol dari 65 pertandingan lintas ajang. Di sisi lain, nama-nama besar seperti Lionel Messi dan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, turut meramaikan bursa peraih suara terbanyak dari para panelis global.

Berdasarkan penghitungan poin yang merujuk pada regulasi resmi—di mana suara peringkat pertama bernilai 15 poin hingga peringkat kelima mendapat enam poin—eksperimen global ini akhirnya menobatkan Kane sebagai pemenang di sektor putra. Walau sempat terbelah karena dukungan suara pertama yang juga mengalir deras ke kandidat lain, konsistensi performa kapten Timnas Inggris tersebut dinilai sebagai tolok ukur utama keunggulan individu yang sulit ditandingi musim ini.

Sementara itu, bursa Ballon d'Or Féminin menampilkan dominasi kuat dari para srikandi lapangan hijau. Gelandang maestro Alexia Putellas dijagokan keluar sebagai pemenang setelah sukses mengkapteni Barcelona meraih quadruple bersejarah sebelum melanjutkan kariernya bersama London City Lionesses. Putellas harus bersaing ketat dengan rekan setimnya, Ewa Pajor, yang tampil beringas sebagai mesin gol di lini depan Blaugrana sepanjang musim kompetisi.

Dilansir dari ESPN FC, jika prediksi ini terbukti akurat di malam penganugerahan nanti, Putellas akan mengamankan gelar Ballon d'Or ketiganya. Pencapaian tersebut sekaligus bakal menyamai rekor mantan rekan setimnya, Aitana Bonmatí, sebagai peraih trofi emas terbanyak di kategori wanita, menegaskan dominasi era keemasan sepak bola wanita Spanyol di panggung global.