Kontingen Indonesia akhirnya sukses memecah telur di cabang olahraga para badminton Asian Para Games 2026. Medali emas yang dinantikan publik Tanah Air ini datang dari perjuangan luar biasa pasangan ganda campuran Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani yang tampil spartan di partai puncak.

Bertanding di nomor Mixed Doubles SL3-SU5 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, pada Jumat (23/10), Ratri/Hikmat harus melalui pertarungan sengit penuh drama. Setelah sempat kehilangan gim pertama dengan skor 11-21 dari wakil India Thulasimathi/Kumar Nitesh, mereka bangkit di dua gim pemungkas dan mengunci kemenangan lewat rubber game 21-19, 21-14.

Kemenangan dramatis ini langsung mendongkrak perolehan medali kontingen Merah Putih secara keseluruhan. Hingga berita ini diturunkan, total perolehan medali Indonesia menyentuh angka 11 emas, 16 perak, dan 36 perunggu, sekaligus mempertahankan posisi di peringkat kesembilan klasemen sementara.

Sebelumnya, Ratri sebenarnya nyaris membuka keran emas lebih awal melalui nomor tunggal putri SL4. Sayangnya, atlet berusia 35 tahun tersebut harus puas membawa pulang medali perak setelah takluk dari wakil China Cheng Hefang lewat pertarungan ketat tiga gim 21-23, 21-13, 17-21.

Perjuangan membanggakan juga ditunjukkan oleh tunggal putra Indonesia, Fredy Setiawan, yang turut menyumbangkan medali perak di nomor tunggal putra SL4. Fredy harus mengakui keunggulan lawan asal India, Naveen Sivakumar, dengan skor 9-21, 17-21 di partai final.

Meski demikian, misi merebut medali emas dari arena para badminton belum sepenuhnya usai dan masih menyisakan asa. Sejumlah wakil andalan Indonesia lainnya masih berjuang di partai final nomor-nomor tersisa untuk menambah pundi kejayaan kontingen di korsel Asia ini.