Kemenangan 2-0 atas Brighton & Hove Albion di Anfield tidak hanya sekadar tiga angka biasa, melainkan titik balik bagi era kepelatihan Andoni Iraola di Liverpool. Hampir dua tahun lalu, kemenangan atas lawan yang sama menjadi landasan sukses bagi era Arne Slot. Kini, atmosfer serupa kembali terasa ketika The Reds mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya di bawah arahan sang juru taktik asal Basque tersebut.
Meski Brighton mendominasi penguasaan bola hingga 64,4 persen dan mencatatkan expected goals (xG) lebih tinggi, efektivitas lini serang tuan rumah menjadi pembeda. Liverpool langsung tampil agresif sejak menit awal demi menghapus kebiasaan buruk sering lambat panas. Pendekatan agresif ini langsung membuahkan hasil ketika sepakan Florian Wirtz berbelok usai mengenai Pascal Gross yang berujung pada gol bunuh diri di babak pertama.
Keunggulan tersebut digandakan oleh aksi kombinasi rekrutan bintang mahal. Bradley Barcola melepaskan umpan matang yang diselesaikan dengan dingin oleh penyerang timnas Swedia, Alexander Isak, menaklukkan kiper Bart Verbruggen. Isak kini sedang dalam performa puncaknya dengan catatan enam gol dari tujuh laga liga musim ini, membuktikan nilai fantastis di balik label harganya.
Tidak hanya lini depan yang berpesta, ketangguhan lini belakang yang dikomandoi Ronald Araujo turut membakar semangat publik Anfield. Aksi heroik Araujo dalam memenangkan duel udara di area pertahanan sendiri sukses memantik koor pujian dari tribun The Kop, menghadirkan energi positif yang sangat dibutuhkan tim dalam masa transisi ini.
Dengan catatan impresif delapan kemenangan dari 12 pertandingan di semua kompetisi di bawah kepemimpinan Iraola, Liverpool perlahan tapi pasti berada di jalur yang benar. Walau ujian berat sudah menanti di depan melawan Chelsea dan Arsenal, kemenangan meyakinkan ini menegaskan bahwa fajar baru di Merseyside benar-benar telah menyingsing.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang