Gelombang kerusuhan suporter yang mencoreng jalannya kompetisi domestik membuat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meradang dan mengeluarkan instruksi tanpa kompromi. Insiden panas mulai dari gesekan di Banten International Stadium hingga penyerangan pascapertandingan memaksa otoritas sepak bola nasional bergerak cepat mengambil tindakan nyata demi keselamatan bersama.
PSSI menegaskan bahwa aturan main telah tertulis dengan jelas dan tidak perlu lagi diputar-putar dalam penegakannya. Bersama operator kompetisi I.League serta jajaran manajemen klub, langkah pengetatan termasuk larangan suporter tandang pada laga berisiko tinggi sudah mulai diterapkan secara konsisten untuk meredam potensi konflik lanjutan.
"Posisi kami PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, enggak usah diputar-putar," ujar Erick saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/10), menegaskan komitmen federasi dalam membersihkan atmosfer sepak bola tanah air.
Sementara itu, penanganan insiden di luar arena pertandingan diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib yang telah menunjukkan gerak cepat menangkap pelaku kriminalitas. Koordinasi intensif bersama Kapolri bahkan baru saja dilakukan dalam pertemuan tertutup, di mana komitmen solid kepolisian dan PSSI segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Belajar dari pengalaman kelam tragedi masa lalu, PSSI tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk tindakan anarkis di dalam stadion. Ancaman sanksi berat mulai dari hukuman bagi klub hingga opsi pengurangan poin kini berada di ambang pintu jika keharmonisan antarpendukung gagal dijaga.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang